Dalam klarifikasi yang disampaikan sebelumnya, Rifaldy Fajar mengakui bahwa konferensi tersebut hanya dihadiri oleh Prihantini. Ia juga mengakui adanya pencantuman nama sejumlah universitas tanpa izin dalam beberapa dokumen yang dipersoalkan.
Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perhatian komunitas akademik karena menyangkut integritas penelitian, etika publikasi ilmiah, serta perlindungan identitas para peneliti yang namanya tercantum dalam karya akademik tanpa persetujuan.
Artikel Terkait
Viral Dugaan Riset Bodong di Denmark, Periset Ungkap Celah AI Bisa Lolos Konferensi Internasional
Skandal Riset AI WNI di Denmark Jadi Sorotan, Kredibilitas Ilmuwan Indonesia Dipertanyakan
Viral Dugaan Penipuan Riset di Denmark, Rifaldy Fajar Akui Keliru Cantumkan Nama Kampus
Nama Kampus Dicatut di Dugaan Riset Palsu, UMB Ultimatum Alumni Minta Maaf 3x24 Jam
Kasus Dugaan Riset Palsu di Denmark Meluas, ITB dan UNY Akui Prihantini Alumni Kampus Mereka