pendidikan

Selalulah Beri Penghargaan kepada Guru, Betapa Besarnya Konstribusi Mereka Membentuk Anak

Rabu, 15 Oktober 2025 | 05:54 WIB
Keceriaan Guru dan Murid

Penulis: Ir. Salamah Syahabudin, MP – Pemerhati Pendidikan

Setiap tanggal 25 November, bangsa ini memperingati Hari Guru Nasional. Namun, penghargaan terhadap guru seharusnya tidak hanya diberikan setahun sekali. Dalam kehidupan sehari-hari, guru hadir sebagai sosok yang begitu dekat, begitu penting, namun sering kali keberadaannya terlupakan. Padahal, di tangan merekalah masa depan sebuah bangsa dibentuk — satu demi satu melalui hati dan keteladanan.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Julukan ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah penghormatan terhadap perjuangan panjang yang sering kali tak terlihat mata. Mereka bukan sekadar pengajar yang berdiri di depan kelas dengan spidol atau kapur di tangan. Mereka adalah pembangun peradaban yang menyalakan api pengetahuan di dada generasi muda — sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

 

Setiap pagi, saat banyak orang masih sibuk dengan urusan pribadi, guru telah bersiap menyambut murid-muridnya dengan senyum dan kesabaran. Mereka membersamai anak-anak didik selama 7 hingga 8 jam setiap hari. Dalam rentang waktu itu, mereka bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kasih sayang.

Baca Juga: Pembangunan Ekonomi Sumatera Harus Bertumpu pada Potensi Lokal

Guru tahu betul bahwa membangun karakter bukan perkara sehari dua hari. Karena itu, dengan sabar mereka menemani anak-anak melewati masa-masa tumbuh kembang yang penuh warna. Seorang guru TK, misalnya, tidak hanya mengajarkan cara membaca dan berhitung. Ia juga membantu anak-anak ke kamar mandi, menyuapi saat makan siang, mengusap air mata ketika mereka menangis, dan menenangkan hati kecil yang rindu pada orang tua. Itulah wujud kasih seorang guru — seperti orang tua kedua di sekolah.

Di jenjang sekolah dasar, peran guru makin besar. Mereka menjadi sosok yang membimbing anak mengenal dunia lebih luas. Guru tidak hanya menyampaikan pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam bersikap. Anak-anak belajar tentang kejujuran bukan dari buku, tapi dari perilaku gurunya. Mereka belajar tentang tanggung jawab bukan dari ceramah, tapi dari cara guru mereka menepati janji.

Baca Juga: HUT ke-80, Pemprov Jatim Raih Dua Penghargaan MURI, Persembahan Harmoni Generasi Emas

Sungguh, kalau kita mau jujur, banyak anak-anak yang membentuk kepribadiannya lebih banyak di sekolah daripada di rumah. Bukan karena orang tua tidak berperan, tetapi karena secara waktu, anak-anak memang lebih banyak berinteraksi dengan guru dibandingkan dengan orang tua yang bekerja. Inilah mengapa peran guru begitu menentukan masa depan generasi.

Namun, ironisnya, peran besar ini sering tidak diiringi dengan penghargaan yang sepadan. Guru sering dianggap “biasa saja”, padahal merekalah penopang peradaban. Kita sering memuji dokter, insinyur, pengusaha, atau pejabat, tetapi lupa bahwa semua profesi itu bermula dari bimbingan seorang guru. Seorang dokter hebat dulunya belajar membaca dari guru SD. Seorang pemimpin bangsa dulu pernah berdiri tegak membaca puisi di depan kelas atas bimbingan gurunya.

Baca Juga: Jalan Tol Bengkulu Masuk Daftar PSN, Gubernur Helmi Berharap Proyek ini Segera Direalisasikan

Karena itu, sudah seharusnya penghargaan kepada guru tidak berhenti pada seremoni tahunan. Ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata: memberikan perhatian, kesejahteraan, fasilitas, dan terutama penghormatan moral. Penghargaan juga harus datang dari masyarakat, bukan hanya dari pemerintah. Orang tua, lingkungan, bahkan murid itu sendiri harus belajar menghormati dan menghargai guru dengan sepenuh hati.

Kita perlu kembali menanamkan nilai-nilai luhur tentang pentingnya menghargai guru sejak dini. Anak-anak perlu diajarkan bahwa guru bukanlah pelayan atau sekadar pengajar, melainkan sosok yang berjasa besar dalam hidup mereka. Orang tua perlu menunjukkan teladan dalam menghormati guru, agar anak-anak belajar hal yang sama.

Halaman:

Tags

Terkini