Dalian, Tiongkok, SUARA PEMBARUAN - Modifikasi genetika pada bahan pangan nabati, sudah banyak dilakukan, dan masyarakat tidak banyak bereaksi. Tetapi modifikasi genetika terhadap bahan pangan hewani, menimbulkan reaksi keras dari kalangan masyarakat awam.
“Padahal selama puluhan tahun kita nikmati dan konsumsi pangan nabati hasil modifikasi genetika,” kata Dr Liu Yang, pakar modifikasi genetika di Universitas Kelautan Dalian, Liaoning, Tiongkok, akhir September lalu.
Dalam wawancara khusus dengan Albert Kuhon di Dalian, dosen modifikasi genetika tersebut menjelaskan alasannya.
Menurutnya, masyarakat bisa menerima modifikasi genetika bahan pangan nabati karena tidak punya pilihan lain. Contohnya, banyak beras dan kedelai yang kita konsumsi, sebetulnya sudah lama merupakan hasil rekayasa genetika.
“Tapi masyarakat pura-pura tidak tahu dan tidak ada reaksi yang keras,” kata Liu Yang.
Sebaliknya, reaksi cukup keras muncul ketika ada informasi tentang rekayasa genetika terhadap sapi, kambing, atau ikan.
“Sebentar lagi orang tidak punya pilihan lain, karena produksi pangan hewani tidak bisa mencukupi kebutuhan dunia. Mau tidak mau harus dilakukan rekayasa genetika guna meningkatkan produksinya,” kata dosen yang mendalami rekayasa genetika kerang-kerangan dan sejumlah hasil laut tersebut.
Rekayasa Salmon
Liu Yang mengatakan tidak banyak orang yang tahu bahwa kebanyakan salmon yang beredar di pasar sejatinya adalah hasil rekayasa genetika. Disebutkan, faktor kehidupan yang disebut gene pada salmon, bisa direkayasa.
Liu Yang menjelaskan, gene tersusun atas tiga komponen utama. Yakni promotor, coding sequence dan terminator.
“Coding sequence adalah jenis protein yang menjadi faktor pertumbuhan,” ujar Liu Yang.
Baca Juga: Jalan Tol Bengkulu Masuk Daftar PSN, Gubernur Helmi Berharap Proyek ini Segera Direalisasikan
Guna menghasilkan ikan salmon yang lebih besar dari salmon liar yang ditangkap di laut, bisa dilakukan rekayasa pada faktor genetikanya.
Artikel Terkait
Pelatihan Perikanan di Universitas Kelautan Dailian Tiongkok, Vaksinasi Ikan Rp 1.200 Per Ekor
Goyang Maluku Pukau Warga Dailian, Tiongkok
Berharap Bisa Diterapkan di Indonesia, Pelatihan Vokasi Perikanan di Dalian Ditutup