Pelatihan Perikanan di Universitas Kelautan Dailian Tiongkok, Vaksinasi Ikan Rp 1.200 Per Ekor

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 01:58 WIB
Dr Li Ruijun cara menjelaskan vaksinasi ikan kepada para peserta pelatihan vokasi perikanan di Universitas Kelautan Dailian, Tiongkok
Dr Li Ruijun cara menjelaskan vaksinasi ikan kepada para peserta pelatihan vokasi perikanan di Universitas Kelautan Dailian, Tiongkok



Dalian, Tiongkok, SUARA PEMBARUAN – Gurubesar Penyakit Ikan di Universitas Kelautan Dailian, Li Ruijun mengatakan  biaya vaksinasi ikan sekitar Dalian (Provinsi Liaoning, Tiongkok), sekitar Rp 1.200 per ekor. Vaksinasi ikan bisa dilakukan secara manual dan secara otomatis.

“Saya punya pasukan penyuntik vaksin secara manual. Anggotanya lima orang mahasiswa pascasarjana yang sedang menempuh magister perikanan,” tutur Dr Li Ruijun di Universitas Kelautan Dalian (Dalian Ocean University atau DOU) di Provinsi Liaoning, Tiongkok, Kamis (2/10.25) petang.

Li mengatakan, pasukan penyuntik vaksin ikan yang ia pimpin sering dimintai bantuan melakukan vaksinasi oleh bererapa perusahaan ikan di sekitar kota Dalian.

Baca Juga: Tenants Day 2025, Mendorong Transformasi SPBU Sebagai Pusat Ekonomi Regional Sulawesi

Anggota kelompok penyuntuk vaksin ikan tersebut adalah mahasiswa magister perikanan di Dailan Ocean Uniersity. Setiap anggota mampu menyuntik sekitar 1.000 ekor ikan per jam.

“Tim kami biasa menyelesaikan penyuntikan vaksin bagi 30.000 ekor ikan dalam tempo setengah hari,” jelas Li kepada Albert Kuhon di Dailian, Tiongkok.

Profesor Penyakit Ikan
Li Ruijun sehari-hari adalah gurubesar penyakit ikan di kampusnya. Ia merupakan salah seorang pembawa materi dalam program pelatihan bagi fasilitator (ToT atau training of trainers) bidang perikanan yang berlangsung di Kampus Universitas Kelautan Dalian (Dalian Ocean University atau DOU).

Pelatihan itu berlangsung sebulan, dimulai pertengahan September 2025. Sekitar 50 orang peserta mengikuti pelatihan vokasi perikanan tersebut.

Baca Juga: Ketersediaan Pasokan BBM Pertalite di Makassar Terkendali, Tak Ada Lagi Antrean Panjang

Disebutkan 50 peserta dari Indonesia tersebut terbagi dalam dua kelompok. Yakni kelompok Manajemen Mutakhir Penangkapan dan Penyimpanan Ikan (Advanced Fishing and Refrigeration Management) dan kelompok Teknologi Budidaya Hasil Laut (Marine Aquaculture Technology).

Li Ruijun adalah salah satu pemegang hak paten perikanan di Republik Rakyat Tiongkok. Penelitiannya tentang pola parasitik pada ikan laut di musim dingin di Tiongkok Utara, tahun 2024 disahkan sebagai salah satu kekayaan intelektual di Tiongkok.

Menurut Li, dia mengembangkan vaksinasi ikan sejak sekitar tahun 2015. Waktu itu dia mendapatkan ada ancaman bakteri Syteptococcus sp terhadap ikan-ikan tilapia (sejenis nila) yang diperihara petani.

Ia melakukan vaksinasi menggunakan vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Xinghua. “Sekarang kami sudah bisa mengembangkan vaksin sendiri,” kata Li.

Baca Juga: DPR Kritisi BGN Soal Menu MBG: UPF Harus Dihapus, Bukan Sekadar Dialihkan ke UMKM

Li menuturkan, pihak Tiongkok saat ini sudah berhasil mengembangkan tujuh jenis vaksin buat ikan. Empat vaksin buat membatasi bakteri dan tiga lainnya buat mencegah berjangkitnya poenyakit pada ikan yang disebabkan virus.

Vaksinasi ikan merupakan program yang sangat membantu berbagai perusahaan ikan yang berada di sekitar kampus. “Menghindarkan perusahaan dari kerugian fatal akibat ikan mereka terjangkiti penyakit,” kata Li.

Kerjasama Pemerintah
Para peserta pelatihan vokasi di Universitas Kelautan Dalian terdiri dari para dosen, praktisi perikanan, pebisnis dan beberapa profesi lain.

Ada yang dari Universitas Pattimura (Frederik Willem Ayal dkk), Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (drh Gustaf E. Silalahi MSc), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Lambungmangkurat (Arisya dkk), PT Perikanan Indonesia (Angelina Ferawaty Siregar dkk), pebisnis seperti Debriga Putra (Sulawesi Utara) dan lainnya.

Halaman:

Editor: Rully Satriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X