Temanggung, SUARA PEMBARUAN – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sukses melaksanakan kegiatan teknologi terapan di kawasan wisata alam Posong yang berada di lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung.Baca Juga: Melihat Rekayasa Genetika Ikan Salmon Ala Dalian
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Rustam Asnawi, S.T., M.T., dengan anggota tim yang terdiri dari Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti, S.Pd., M.T., dan Prof. Dr. Slamet Widodo, M.T. Tim juga didampingi oleh dua mahasiswa, yaitu Satria Pinandita, S.T., M.Eng., dan Dwi Otik, S.T., M.Eng.
Lewat program DRTPM PKM BIMA dari Kemendikbudristek, tim UNY mengimplementasikan sistem energi hybrid off-grid yang menggabungkan tenaga surya dan angin.Baca Juga: Polemik Utang Kereta Cepat Whoosh: Pemerintah Tegaskan Tak Pakai APBN, Danantara Siapkan Dua Skema Solusi
Teknologi ini digunakan untuk menyediakan pasokan listrik bagi 15 warung kelontong yang berada di kawasan wisata tersebut. Sistem ini menjadi jawaban atas keterbatasan listrik di daerah dengan akses jaringan PLN yang sulit dijangkau karena kondisi geografis.
Menurut Dr. Rustam Asnawi, wilayah Posong memiliki potensi besar untuk pengembangan energi mandiri.
“Terletak di ketinggian 1.800 meter, daerah ini menerima tiupan angin stabil sepanjang hari. Energi angin dan surya kami manfaatkan untuk menciptakan sumber listrik berkelanjutan bagi warga sekitar,” jelasnya.Baca Juga: Jalan Tol Bengkulu Masuk Daftar PSN, Gubernur Helmi Berharap Proyek ini Segera Direalisasikan
Energi yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk penerangan warung, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui layanan pengisian daya ponsel bagi wisatawan dengan tarif Rp5.000 per pengisian penuh.Baca Juga: HUT ke-80, Pemprov Jatim Raih Dua Penghargaan MURI, Persembahan Harmoni Generasi Emas
Dana dari layanan ini dikelola oleh Tim Pengelola Energi Terbarukan yang diketuai oleh Wasikin dengan bendahara Nur Tsani Ramadhan. Dana tersebut digunakan untuk pemeliharaan sistem, termasuk penggantian lampu dan perawatan rutin lainnya.Baca Juga: Rapat Evaluasi TEPRA, Wagub Mian Apresiasi Penyerapan Anggaran OPD Pemprov Bengkulu
Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti menambahkan bahwa program ini mencerminkan dedikasi UNY dalam mengaplikasikan hasil riset untuk kesejahteraan masyarakat.
“Penerapan energi terbarukan di lereng Sindoro menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan upaya pelestarian lingkungan,” tuturnya.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Ansuransikan Puluhan Ribu Pekerja Rentan
Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi model inovatif dalam pengembangan energi mandiri di kawasan wisata terpencil serta memperkuat posisi UNY sebagai institusi pendidikan yang mengedepankan teknologi berkelanjutan untuk pengabdian masyarakat.*