Daftar 2% Ilmuwan Teratas Dunia disusun berdasarkan data sitasi Scopus menggunakan indikator komposit (c-score) yang mencakup jumlah sitasi, h-index, peran penulis, serta kualitas kolaborasi penelitian.
Daftar ini diperbarui setiap tahun, sehingga mengukur dampak riset terbaru sekaligus rekam jejak sepanjang karier. Metodologinya yang ketat menjadikannya salah satu tolok ukur paling bergengsi dalam dunia akademik internasional.
Masuknya delapan ilmuwan UNDIP dalam daftar tahun ini bukan hanya pengakuan terhadap kualitas riset, melainkan juga bukti nyata kontribusi mereka dalam menjawab tantangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat global.