UMN hadir dengan empat fakultas unggulan, yang menaungi tiga belas program studi serta tiga program magister yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri masa depan.
Menurut Teddy, selama 19 tahun, UMN terus mengembangkan institusi hingga memiliki 17 program studi yang terdiri dari D3, S1, dan pascasarjana dari empat fakultas.
Tahun 2025 ini UMN kembali membuka program studi ke 18, yaitu Magister Desain. UMN memperkuat posisinya sebagai kampus yang unggul dalam pengembangan desain yang berkelanjutan.
“Peluncuran program magister desain ini juga sebagai bentuk UMN menjawab tantangan global yang saat ini menuntut manusia untuk terus kritis, kreatif dan kompeten,” katanya.
Dia sedikit cerita tentang Jakob Oetama dan P.K Ojong pendiri Kompas Gramedia. Menurut Teddy, mereka tidak hanya seorang wartawan dan guru tapi juga penyuka seni.
Mereka mengumpulkan segala seni yang ada di Indonesia dan selalu mengingatkan kita untuk melestarikan budaya dan seni di negara ini agar generasi berikutnya punya kesempatan seni dan budaya.
“Inilah juga yang menjadi alasan mengapa pada akhirnya UMN juga memiliki posisi yang kuat di program studi berbasis seni termasuk Magister Desain yang hari ini diresmikan,” kata Teddy.
Teddy menyatakan adanya Magister Desain adalah bentuk komitmen UMN dalam mewujudkan visi Kompas Gramedia “Enlightening People”.
Sedari awal UMN dibangun, sosok Jakob Oetama ingin menyiapkan lulusan yang siap kerja di dunia kreatif, dan desain adalah salah satu elemen penting bagi tumbuhnya industri kreatif.