Baca Juga: Sukses Program Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Rejang Lebong Siapkan 33 Dokter dan 277 Perawat
Sementara itu, Rektor Unib, Retno Agustina Ekaputri mengatakan, mengucapkan terimakasih dan sangat bersyukur atas kehadiran Dirjen Dikti dan Staf Khusus Menteri untuk membersamai Unib dalam proses penyelesaian atau tahap akhir (topping-off) pembangunan RSPPTN ini.
Proyek ini kata Rektor, tidak hanya tentang bagaimana upaya mewujudkan peningkatan pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan serta mewujudkan visi Unib yang unggul, berbudaya dan berdaya saing internasional, tetapi juga sangat urgent bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Provinsi Bengkulu dan Pulau Sumatera umumnya.
“Komitmen kami sangat tinggi terhadap selesainya dan pemanfaatan proyek ini. Kehadiran Pak Dirjen dan Staf Khusus Menteri hari ini telah menambah kepercayaan diri dan optimisme kami, bahwa proyek ini akan berjalan dan selesai sesuai harapan,” ucap Dr. Retno.
RSPTN Unib
Baca Juga: Cegah Penimbunan, Disperindag Kota Bengkulu Perketat Pengawasan Distirubsi Minyak Kita
Direktur Project Management Unit (PMU) RSPTN Unib, Mukhlis Islam, didampingi Team Leader PT Deta Decon dan Project Manager PT. Adhi Karya, menjelaskan, kegiatan topping-off ini diselenggarakan sebagai penanda bahwa pekerjaan struktur yang paling atas telah diselesaikan, dan selanjutnya pekerjaan non struktural berupa pekerjaan arsitekur, mechanical, electrical, plumbing dan sebagainya segera dilanjutkan.
Pembangunan RSPTN Unib dilakukan pada 3 blok bangunan, yaitu blok B dengan ketinggian 6 laintai (7 termasuk atap), blok C dengan ketinggian 3 laintai dan Blok D dengan ketinggian 3 lantai plus 1 basement, dengan luas total kurang lebih 14.000 M2. “Tempat kita melakukan kegiatan topping-off ini di lantai 7 atau atap gedung B,” paparnya.
Pembangunan ini telah direncanakan sejak 2018, melalui berbagai tahapan, termasuk studi kelayakan, perizinan, dan perencanaan teknis. Meski mengalami beberapa kendala, seperti perubahan regulasi dan keterbatasan anggaran, proyek ini terus berjalan dengan berbagai strategi penyesuaian agar tetap memenuhi standar yang ditetapkan.
Baca Juga: Dokter Koboi: Atur Pola Makan Sahur dan Buka Puasa agar Sehat Sambut Lebaran Idul Fitri
Bangunan Tahan Gempa
Mengingat lokasi Bengkulu yang rawan gempa, pembangunan RSPTN Unib menerapkan teknologi base isolator pada Gedung D yang mencakup ruang operasi, ICU, IGD, dan ruang bersalin. Teknologi ini memungkinkan rumah sakit tetap beroperasi meskipun terjadi gempa bumi.
“Penggunaan teknologi base isolator ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Bengkulu dan menjadi langkah inovatif dalam memastikan keamanan serta keberlanjutan layanan kesehatan di rumah sakit ini,” jelas Mukhlis.
Hingga seremoni topping-off, progres fisik proyek telah mencapai 65,41 persen. Meski ada sedikit deviasi dari target awal, tim proyek berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai jadwal hingga akhir April 2025.