Perguruan Tinggi Harus Terjun Langsung Melakukan Perubahan

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 19:19 WIB
Jusuf Kalla berpidato diacara Dies Natalis Universitas Nasional (UNAS) yang ke 75 dan Lustrum ke 15 di Auditorium Unas, Selasa, 15 Oktober 2024. (Ist)
Jusuf Kalla berpidato diacara Dies Natalis Universitas Nasional (UNAS) yang ke 75 dan Lustrum ke 15 di Auditorium Unas, Selasa, 15 Oktober 2024. (Ist)

Jakarta – SUARA PEMBARUAN. Kalangan universitas atau perguruan tinggi harus terjun langsung melakukan perubahan dalam upaya membawa Indonesia menjadi lebih maju, mengingat banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Masalah hukum yang rumit, masalah birokrasi dan ketidakpastian. Hal itu menyebabkan minat para investor berkurang ke Indonesia.

"Persoalan kita jauh lebih banyak daripada beberapa negara tetangga kita seperti Vietnam, Malaysia dan Thailand," ungkap Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla alias JK saat menyampakan sambutan di acara Dies Natalis Universitas Nasional (UNAS) yang ke 75 dan Lustrum ke 15 di Auditorium Unas, Selasa, 15 Oktober 2024.

JK bercerita saat pernah berada di pemerintahan selama hampir 20 tahun. JK mengaku telah melakukan banyak perbaikan. "Namun, lebih banyak lagi yang merusak negeri ini," ungkapnya.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bagi tokoh perdamaian asal Bone ini. Indonesia, kata JK, mempunyai kesempatan besar untuk maju dibanding bangsa-bangsa lain. Indonesia juga memiliki potensi yang bisa dimajukan yang belum dimaksimalkan.

"Karena kita negara agraris tapi kita impor beras. Kita negara kaya sumber daya alam, tapi kita impor energi. Hal itu kita harus diubah dalam memajukan bangsa ini," beber Ketua Umum PMI itu..

Karena itulah, JK menitipkan tiga hal utama yang bisa dilakukan perguruan tinggi untuk memajukan bangsa Indonesia. Seperti pendidikan dan inovasi di bidang teknologi, pemerintahan yang bersih serta kemajuan dan semangat enterpreneurship di masyarakat Indonesia.

"Tiga hal itu bisa menjadi kunci untuk bisa mengejar ketertinggalan kita menuju negara yang lebih baik dan maju," kata JK optimis.

Ia mencontohkan China dan Jepang yang menjadi negara maju karena memprioritaskan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pondasi mereka.

"Jadi kalau ingin maju dengan cepat, maka harus menguasai teknologi. Penguasaan teknologi kemudian akan membuka peluang untuk menguasai ekonomi," pungkasnya. (SP.news)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Rekomendasi

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB
X