Semarang, SUARA PEMBARUAN - Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro kembali melaksanakan kegiatan akademik internasional, yaitu Visiting Professor.
Kegiatan ini menghadirkan seorang ahli dalam bidang sastra sufi, Prof. Dr. Irina R. Katkova dari St Petersburg University, Rusia.
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah “The Influence of Local Culture in the Development of Sufi Literature in the Nusantara Archipelago” melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh ratusan sekitar 200 peserta.
Tema dan materi yang disampaikan kali ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana budaya lokal di Nusantara dan ajaran tarekat Asia Tengah sangat berperan dalam membentuk dan memperkaya sastra sufi di Nusantara.
Dalam penyampaian materinya, Prof. Irina menyampaikan dengan jelas bahwa perkembangan sastra sufi di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh Hindu-Budha.
Sastra sufi di Indonesia juga dipengaruhi oleh doktrin mistik dari tarekat-tarekat sufi yang banyak berkembang di Asia Tengah seperti Naqsabandiyah dan Kubrawiyah.
Hal ini tampak sangat kental, terutama dalam teks-teks Islam awal kedatangan dan penyebaran Islam di kepulauan Nusantara, terutama yang banyak ditulis di wilayah Jawa dan Sumatera.
Dalam kegiatan Visiting Professor tersebut, Prof. Irina sangat antusias membagikan pengalaman penelitiannya untuk mendalami sastra Sufi di Nusantara. Prof. Iriana pernah meneliti pendalaman proyeksi tarekat sufi di Indonesia yang mempengaruhi tarekat di India.
Tidak hanya menjelaskan terkait pengaruh budaya lokal dan doktrin mistik, Prof. Irina juga membagikan informasi terkait koleksi naskah atau manuskrip Melayu yang ada di Rusia, yaitu Tuhfat al-Raghibin fi Bayani Haqiqat al-Iman. Tuhfat al-Raghibin adalah ditulis oleh Abdus Samad al-Palimbani, seorang ulama dari Palembang, Sumatera.
Manuskrip tersebut menekankan tentang ajaran aspek-aspek fundamental keimanan dalam Islam. Tuhfat al-Raghibin menjadi bagian dari koleksi van Doorninck yang merujuk pada salah satu koleksi manuskrip Eropa yang berfokus pada literatur Islam dari kawasan Nusantara atau tanah Melayu.
Artikel Terkait
Lepas 5.287 Wisudawan, Rektor Undip: Semoga Cepat Dapat Kerja dan Sukses dalam Karier!
Rektor Undip Bantah Mahasiswa Dokter PPDS UNDIP Semarang Bunuh Diri Akibat Jadi Korban Bullying
Mahasiswa PPDS UNDIP Tunduk Aturan RSUP Dr. Kariadi
Peristiwa Tewasnya Mahasiswi PPDS Harus Jadi Momentum Evaluasi Bersama, Rektor Undip: Tak Ada yang Ditutup-tutupi
Minta Polemik dan Perdebatan Kematian Mahasiswi PPDS Dihentikan, Rektor Undip: Tunggu Hasil Penyidikan Polri