Baca Juga: Program Bhakti Karya Praja, 1.117 Mahasiswa Praja IPDN Terjun ke Jateng
Dari hasil urban farming di sekolah itu, lanjut Hernowo, kemudian dibuat resep kreasi oleh anak-anak untuk kemudian dimasak dan disajikan bagi siswa yang lain.
"Ternyata anak-anak kita ini luar biasa, banyak sekali menu-menu yang luar biasa dan diciptakan anak-anak dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dan dengan bahan-bahan dasar yang mereka miliki juga," ujarnya.
Baca Juga: Sesuai Ketetapan PPKI, Jateng Peringati Hari Jadi Setiap 19 Agustus
Bahkan, lanjut dia, banyak menu unik yang membuat pengunjung yang hadir kagum. Ia menyebut, kreasi makanan yang dihasilkan membuat kagum meski terbuat dari bahan-bahan sederhana hasil urban farming.
"Bahan sederhana itu bisa diolah jadi makanan macam-macam. Ada nugget lele, cincau daun mangga. Ada makanan kekinian, seperti cordon bleu, ada dadar sayur atau omlet tomat. Ini menarik meski sederhana, dan terpenting bahan yang didapatkan dari hasil urban farming. Mereka mengkreasikan menu yang selama ini tidak terpikirkan," sebutnya.
Baca Juga: Semarakan HUT Kemerdekaan ke-79, Kantor Gubernur Bengkulu Gelar Berbagai Perlombaan
Menurutnya, ini menginspirasi banyak orang untuk mengelola potensi di sekitarnya dengan baik agar tercipta rantai distribusi pangan bagi masyarakat.
"Yang paling utama, mereka mendapatkan makanan sehat, karena tanaman dan hewan yang mereka punya dan rawat itu berasal dari bahan bahan sehat," imbuhnya.*
Artikel Terkait
BPS Puji Program Pak Rahman, Kios Pandawa dan Urban Farming Berdampak Tekan Inflasi
Megawati Soekarnoputri Puji Konsep Urban Farming Mbak Ita dalam Rakernas PDIP
Mbak Ita: Manfaatkan Lahan Tidur untuk Urban Farming
Pemkot Semarang Terus Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Urban Farming
Gelar Jambore Petani Cilik, Upaya Pemkot Semarang Lahirkan Petani Milenial