"Kami sudah melakukan persiapan sekitar 9 bulan. Dari pengumuman awal kompetisi ini di bulan September 2023. Kemudian kami persiapkan dan matangkan di bulan Januari. Kami fokuskan diri," jelasnya.
Merasa siap, pihaknya kemudian melakukan submit karena penilaian dilakukan secara daring. Hingga checking data dan lokasi yang dilakukan oleh lima juri profesional dari manajemen AIA, Dokter Anak, Ahli Gizi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta dari Majalah Bobo.
"Kami sudah juara 1 di tingkat nasional. Kemarin tanggal 22 Mei 2024 sudah ada checking dari tim AIA Jakarta dan Australia, itu divideo untuk dinilai hingga tingkat Asia Pasifik," bebernya.
"Jadi kami mewakili Indonesia akan bertanding di tingkat asia Pasifik yang diikuti 6 negara. Ada Indonesia, Malaysia, Hongkong, Thailand, Vietnam, dan Australia," sebut dia.
Untuk pengumuman di tingkat Internasional, imbuhnya, akan dilakukan pada tanggal 4 Juli 2024 di Nusa Dua Bali.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto mengaku bangga dengan prestasi yang diraih SMPN 22 Semarang di tingkat Nasional.
"Menjadi kebanggan tersendiri bahwa SMPN 22 Semarang meraih penghargaan tingkat nasional dan berpeluang untuk maju ke tingkat Internasional," kata Bambang.
Tentunya, lanjut Bambang, pemerintah kota (Pemkot) Semarang akan terus memberikan support agar bisa melangkah ke tahapan selanjutnya.
"Kita akan support terus untuk tahapan selanjutnya. Akan dilakukan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan supaya hasilnya juga tetap maksimal," jelasnya.*
Artikel Terkait
Setelah Gowes 250 Kilometer Cilacap - Semarang, Siswa SMP ini Akhirnya Ketemu Ganjar
Puluhan Ribu Karya Literasi Siswa Hasil Binaan MKKS SMP di Semarang Diluncurkan
Mbak Ita: Kota Semarang Akan Tambah Tiga SMP Negeri pada 2025
Training of Trainers (ToT) Para Guru SD dan SMP se-Kota Semarang, Cara OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusif Keuangan