Semarang, suarapembaruan.news - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah terus
meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui kegiatan Pelaksanaan Training of
Trainers (ToT) kepada para guru SD dan SMP se-Kota Semarang dalam rangka
memperingati Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan di Kantor OJK Provinsi
Jawa Tengah, Selasa (7/5).
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Deputi Direktur Pengawasan
Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Tias
Retnani dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Nasional
Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di Jawa Tengah, tingkat literasi keuangan yang
merupakan indeks level pengetahuan masyarakat terhadap jenis produk keuangan
memang tercatat sudah meningkat dari 47,38 persen pada tahun 2019 menjadi sebesar
51,69 persen pada tahun 2022, sudah lebih tinggi dibandingkan dari Indeks Literasi
Nasional sebesar 49,68 persen.
“Sedangkan tingkat inklusi keuangan di Jawa Tengah tercatat meningkat dari tahun
2019 sebesar 65,71 persen menjadi sebesar 85,97 persen pada tahun 2022 atau lebih
tinggi dibanding tingkat Inklusi Nasional sebesar 85,10 persen,” kata Tias.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan guru sebagai fasilitator dapat menyampaikan
pengetahuan tentang OJK dan Industri Jasa Keuangan sehingga dapat berperan
meningkatkan literasi keuangan peserta didiknya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru SD dan SMP se-Kota Semarang dengan total
peserta 100 luring dan 500 melalui daring serta dihadiri oleh perwakilan dari Dinas
Pendidikan dan Bagian Perekonomian Kota Semarang.
Selain, target literasi terdapat peningkatan inklusi dalam kegiatan tersebut pembukaan
tabungan emas kepada perwakilan 100 guru yang hadir.
Pada periode Maret 2024 jumlah pengaduan yang masuk dalam Aplikasi Portal
Pelindungan Konsumen (APPK) sebanyak 417 pengaduan. Dalam rangka menurunkan
jumlah pengaduan, OJK Provinsi Jawa Tengah senantiasa melaksanakan kegiatan.
Artikel Terkait
Cegah Paparan Kekerasan Daring, Atasi Kecanduan Gawai Pada Anak dengan Literasi Digital
Ada 206 Pengaduan Konsumen ke OJK Jateng, Terbanyak soal Fintech
OJK Luncurkan Penyempurnaan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia
Rapat Dewan Komisioner OJK: SJK Nasional Stabil, Likuiditas Memadai dan Modal Kuat
Lagi, OJK Cabut Izin Usaha BPR Bermasalah