Semarang, suarapembaruan.news - Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan, pada periode Januari-Februari 2024 jumlah pengaduan yang masuk dalam Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) sebanyak 206 pengaduan.
Jika dibedakan berdasarkan jenis aduan maka terbanyak adalah Financial Technology (Fintech) 80 pengaduan, Perbankan-Bank Umum 74 pengaduan, Perbankan-BPR 21 pengaduan, Pembiayaan 15 pengaduan, Asuransi 10 pengaduan, Pergadaian 1 pengaduan, dan Non-LJK lainnya 5 pengaduan.
Baca Juga: Cegah Fraud, OJK Ajak Pelaku Jasa Keuangan Jaga Integritas dan Profesionalitas
Untuk menurunkan jumlah pengaduan, OJK Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan edukasi secara masif kepada masyarakat.
Hingga akhir Februari 2024, telah dilaksanakan kegiatan sebanyak 20 edukasi kepada masyarakat termasuk pelajar dan pelaku UMKM.
Sektor Jasa Keuangan
Sementara itu, OJK menilai kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Tengah sampai dengan Januari 2024 dalam kondisi stabil dengan kinerja tumbuh positif didukung dengan likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga.
Kinerja Perbankan di Jawa Tengah pada Januari 2024 secara umum terjaga dengan baik dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Aset Perbankan di Jawa Tengah mencapai Rp516,97 triliun atau tumbuh sebesar 7,17 persen yoy.
Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) Perbankan di Jawa Tengah mencapai Rp410,81 triliun atau tumbuh sebesar 9,76 persen yoy. Sementara itu penyaluran kredit Perbankan di Jawa Tengah mencapai sebesar Rp384,93 triliun atau tumbuh sebesar 10,72 persen yoy.
Sedangkan NPL Perbankan di Jawa Tengah pada Januari 2024 terjaga pada angka 4,43 persen di bawah threshold.
Baca Juga: Sering Terdampak Banjir, Warga Perumahan Dinar Indah Segera Direlokasi
Pada sektor IKNB, jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending berizin OJK yaitu sebanyak 101 penyelenggara yang terdiri dari 94 konvensional dan 7 penyelenggara dengan sistem syariah. Kinerja fintech peer to peer (P2P) Lending di Jawa Tengah tercatat tumbuh positif.
Outstanding pinjaman mencapai Rp4,65 triliun dan meningkat sebesar 26,7 persen yoy.
Artikel Terkait
Layani 1.772 Pengaduan Konsumen, OJK Jateng Nilai Kinerja Industri Jasa Keuangan dalam Kondisi Stabil
Izin Usaha Perumda BPR Purworejo Dicabut, OJK Minta Masyarakat Tetap Tenang, Dana Nasabah Dijamin LPS
Didominasi Sektor Perbankan, OJK Jateng Layani 1.166 Pengaduan Masyarakat
Raih Penghargaan Pengendalian Gratifikasi Terbaik Nasional dari KPK, OJK: Wujud Komitmen Jaga Integritas
Cegah Fraud, OJK Ajak Pelaku Jasa Keuangan Jaga Integritas dan Profesionalitas