Friska mengemukakan, program studi yang tidak terkait dengan AI seperti Ilmu Komunikasi, Bisnis, DKV, dan Film juga akan dibekali mengenai AI.
“Menguasai AI bisa sebagai alat bantu dalam menjalani profesi agar dapat lebih produktif dan efisien,” ucap Friska.
Priska juga menjelaskan, program studi manajemen, akuntansi, dan ilmu komunikasi diharapkan juga menguasai kompetensi di bidang sustainability. Hal ini karena melihat kebutuhan industri yang mulai sadar akan isu lingkungan dan keberlanjutan.
Baca Juga: Jurnalis dan Takdir yang Terputus
Friska menjelaskan, saat ini UMN sedang mengikuti pemeringkatan internasionalisasi yaitu QS Asian Ranking, QS Sustainability dan THE Impact Ranking.
“Sebelumnya UMN meraih peringkat 128 dunia sebagai The Most Sustainable Campus dalam UI Greenmetric World University Ranking,” tutur Friska.
Friska menambahkan, UMN sedang mempersiapkan untuk Menuju World Class University dengan akreditasi internasional setiap program studinya.
Baca Juga: Mengenal 5 Bahasa Cinta: Kunci Harmonisnya Hubungan Luna Maya dan Maxime Bouttier
Akreditasi yang sudah dicapai oleh UMN ada FIBAA, AUN-QA, IABEE, dan beberapa akreditasi internasional lainnya yang sedang dalam proses.
“Kami harap visi UMN sebagai universitas unggul di tingkat nasional dan internasional bisa terwujud. Sehingga UMN bisa terus menghasilkan lebih banyak lulusan yang menjadi entrepreneur untuk menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Friska.
Artikel Terkait
UMN Kukuhkan 2 Guru Besar, Langkah Nyata Dorong Kemajuan Pendidikan di Indonesia
Topping Off Multimedia Nusantara School, Liliek Oetama: YMN Tidak Hanya Cetak Anak Pandai, Tapi Juga Berbudi Pekerti Luhur