TANGERANG, SUARA PEMBARUAN NEWS – Pendidikan pertama bagi seorang anak memiliki peran krusial dalam membangun fondasi yang kuat bagi masa depan serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Yayasan Multimedia Nusantara (YMN) tidak hanya akan mencetak anak-anak yang pandai, tetapi juga berkarakter, dan berbudi pekerti luhur. Hal ini sesuai amanah dan visi pendiri Kompas Gramedia,” ujar CEO Kompas Gramedia Liliek Oetama dalam sambutannya saat topping off Multimedia Nusantara School (MNS), di Gading Serpong, Tangerang, Kamis (26/2/2025).
Hadir dalam acara ini jajaran Board of Directors Kompas Gramedia Group, perwakilan YMN, pimpinan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), serta perwakilan orang tua siswa MNS.
Baca Juga: Menteri Bahlil Soroti Kasus Dugaan Pertamax Oplosan: Perbaiki Perizinan Impor BBM!
Menurut Liliek, Kehadiran para pemimpin dan pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi yang kuat dalam mendukung pertumbuhan ekosistem pendidikan yang unggul dan berkelanjutan.
Liliek menegaskan pendidikan karakter sangat penting. Untuk itu Yayasan Multimedia Nusantara (YMN) dan Multimedia Nusantara School (MNS) berfokus pada pertumbuhan karakter, perilaku baik, dan perilaku keberlanjutan pada anak.
“Hardware adalah hal penting. Namun yang tidak kalah penting adalah softwarenya preschool adalah pondasi awal pembangunan karakter anak. Jadi di MNS tidak hanya fokus bagaimana menjadi pintar tapi juga bagaimana menjadi orang yang baik,” tegas Liliek.
Baca Juga: Ramai Soal Oplos Pertamax, Bahaya Mengintai Mesin Kendaraan Anda!
Ketua YMN Teddy Surianto dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Gedung MNS di Gading Serpong, Tangerang ini telah memasuki tahap akhir. Alokasi luas MNS untuk tahap I sekitar 5.000 m2.
Pembangunan gedung Multimedia Nusantara School dimulai sejak Oktober 2024 lalu dan ditargetkan selesai pada Juni 2025, sehingga sudah dapat digunakan dalam proses belajar mengajar pada Juli 2025.
Prosesi ini merupakan salah satu langkah penting dalam komitmen Multimedia Nusantara School untuk berkontribusi dalam kemajuan pendidikan di Indonesia.
“Yayasan menargetkan dari usia 2 tahun (preschool) hingga S3 bisa belajar di sini. Jadi tidak ke mana-mana, dan beruntung lokasinya juga berdekatan,” ujar Teddy.
Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan Larang Semua Jenjang Pendidikan di Bengkulu Gelar Wisuda dan Studi Tour
Artikel Terkait
Jusuf Kalla Sebut tagline #kaburajadulu Positif
UMN Kukuhkan 2 Guru Besar, Langkah Nyata Dorong Kemajuan Pendidikan di Indonesia
Gubernur Helmi Hasan Minta Inspektorat Audit Dana Komite Pendidikan di Bengkulu