UMN Kukuhkan 2 Guru Besar, Langkah Nyata Dorong Kemajuan Pendidikan di Indonesia

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Selasa, 25 Februari 2025 | 18:52 WIB
UMN mengukuhkan dua guru besar dan pengangkatan Ninok Leksono sebagai Visiting Professor UCSI Malaysia di Function Hall UMN, Tangerang, Selasa (25/2/2025).
UMN mengukuhkan dua guru besar dan pengangkatan Ninok Leksono sebagai Visiting Professor UCSI Malaysia di Function Hall UMN, Tangerang, Selasa (25/2/2025).

UCSI Malaysia merupakan salah satu perguruan tinggi di Malaysia yang bermitra dengan UMN dan sudah melakukan banyak kerja sama.

Rektor UMN, Dr Ir Andrey Andoko MSc dalam sambutannya mengatakan, sebuah kebanggan bagi UMN bisa mengangkat dua guru besar tetap.

Kedua guru besar ini melakukan penelitian yang sejalan dengan fokus dan tujuan UMN, yaitu kecerdasan buatan dan keberlanjutan.

Baca Juga: Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Dukung Program Danantara Presiden Prabowo Wujudkan Indonesia Emas 2045

“Kami banyak sekali menemukan hal baru yang  dapat membantu di masa depan dari pengukuhan guru besar tetap ini,” kata  Andrey.

Rektor UMN ini berharap dengan dilantiknya dua guru besar UMN serta pengangkatan Ninok Leksono sebagai visiting professor UCSI Malaysia menjadi bukti peningkatan kualitas pendidikan dan lulusan UMN.

Andrey juga menambahkan pengangkatan guru besar bukan akhir dari jenjang tertinggi pada akademik, namun awal untuk terus berkontribusi pada pendidikan Indonesia untuk menuju Indonesia sejahtera.

Friska Natalia menyampaikan orasi ilmiah  pertamanya dengan judul “Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Membantu Proses Diagnosa Penyakit, Studi Kasus: Penyakit Nyeri Punggung Bawah Kronis”.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Ilmuwan Jepang, Dosen UNDIP Ciptakan Robot Hybrid Serangga Penyelamatan Korban Bencana

Friska berharap penelitian sistem informasi ini bisa berkontribusi secara signifikan di bidang kesehatan di Indonesia, khususnya dalam mendukung para tenaga medis dalam mendiagnosa penyakit.

“Saat ini AI (artificial intelligence) memiliki peran penting dalam sistem pembantu diagnosa penyakit atau Computer-Aid Diagnosis (CAD).

“Bidang kedokteran adalah inovasi terdepan teknologi. Dalam penelitian yang dilakukan telah menunjukan bahwa peran AI dalam CAD dapat membantu diagnosa beragam penyakit,” ucap Friska.

Friska mengatakan bahwa penggunaan AI dalam diagnosa penyakit bukan untuk menggantikan peran dokter, namun untuk membantu sebagai asisten profesional. “Dengan sistem CAD dapat membantu diagnosa dan penyembuhan,” katanya.

Baca Juga: Pakar Kebencanaan Ingatkan Kepala Daerah Baru, Ada 16 Ancaman Bencana di Bengkulu

Florentina Kurniasari T menyampaikan orasi dengan judul “Pemberdayaan Wirausaha Perempuan Melalui Akselerasi Adopsi Teknologi Keuangan Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan”.

Halaman:

Editor: Rully Satriadi

Sumber: Release

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X