SUARA PEMBARUAN - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto, memastikan bahwa tidak ada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa.Baca Juga: Maroba Kite Maju, Kata Bupati Bengkulu Tengah Sebelum Mengikuti Retret di Magelang
Ia meminta para rektor untuk menyampaikan informasi ini secara langsung kepada mahasiswa guna menghindari kesalahpahaman.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) pertama Mendiktisaintek bersama Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) se-Indonesia.
Rapat yang digelar secara hibrida (daring dan luring) pada Kamis 20 Februari 2025 itu membahas berbagai isu strategis di sektor pendidikan tinggi.Baca Juga: Pramono Anung Pimpin 55 Kepala Daerah yang Tunda Retret, Hasto Wardoyo: Jadwalnya akan Diatur
"Saya minta tolong para Rektor dan Kepala LLDIKTI informasikan sebaik-baiknya kepada mahasiswa bahwa tidak ada kenaikan UKT," ujar Mendiktisaintek pada Jumat 21 Februari 2025.
Selain itu, ia juga meminta para rektor untuk membuka ruang diskusi dengan mahasiswa dan menyampaikan informasi secara transparan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Jangan sampai ada miskomunikasi. Ini penting supaya tidak menimbulkan keresahan di adik-adik mahasiswa," tambahnya.Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan Wacanakan Retret Dilaksanakan di Bengkulu
Mendiktisaintek menegaskan bahwa pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk Program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K).
Ia menekankan pentingnya klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang agar mahasiswa memahami bahwa tidak ada pengurangan beasiswa, serta komitmen pemerintah dalam mendukung akses pendidikan tinggi tetap terjaga.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara Kementerian, para rektor, dan Kepala LLDIKTI se-Indonesia.Baca Juga: Ucapan Aktris Pemeran Utama Snow White Live Action Dianggap Merendahkan Versi Asli
"Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat keilmuan, tetapi juga sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Oleh karena itu, ia mendorong dunia akademik untuk lebih proaktif dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo, yakni menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya saing tinggi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Rakor ini juga dihadiri oleh Wakil Mendiktisaintek Fauzan dan Stella Christie, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Togar Mangihut Simatupang, serta seluruh Direktur Jenderal di lingkungan Kemdiktisaintek.Baca Juga: Disnakertrans Bengkulu Buka Program Magang ke Jepang
Dalam pertemuan tersebut, para rektor menyampaikan berbagai saran konstruktif untuk meningkatkan layanan bagi dosen dan mahasiswa, khususnya dalam optimalisasi sistem informasi di Kemendiktisaintek.
Artikel Terkait
Cepat Gapai Karir di BINUS @Semarang? Cukup dengan Kuliah 2,5 Tahun
Peluang Emas Pendidikan, SATU UNIVERSITY Tawarkan Biaya Kuliah Terjangkau Bagi Masyarakat
Kuliah di UGM Libur Total untuk Demo Kawal Keputusan MK
Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI Beri Kuliah di Harvard University tentang Era Baru Pengobatan Kanker
Sebelum Memberi Kuliah Umum, Mentan Amran Dinaikkan Pangkat jadi Lektor Kepala Unhas