pariwisata

Destinasi Baru di Lereng Merapi, Candi Candra Geni Sri Sedana Diharapkan Dongkrak Wisata Sleman

Selasa, 7 April 2026 | 14:21 WIB
Candi Buatan Candra Geni Sri Sedana. Dok. RRI

Sleman, SUARA PEMBARUAN – Destinasi wisata baru tengah dikembangkan di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kalurahan Purwobinangun, Pakem, Sleman. Candi buatan bernama Candra Geni Sri Sedana ini digagas seniman bersama masyarakat setempat untuk meningkatkan kunjungan sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Sleman.

Penggagas konsep, Djoko Mursabdo atau Djoko Timun, menjelaskan pembangunan candi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan seniman, birokrat, hingga pelaku usaha. Ia menyebut ide ini muncul dari keinginan menghadirkan ikon wisata baru di Yogyakarta yang mampu bersaing dengan destinasi populer di daerah lain.

“Kalau di Bali ada Ubud, di Jakarta ada Ancol, maka Yogyakarta juga perlu memiliki pusat wisata yang merepresentasikan kekuatan budaya dan spiritualitas,” ujar Djoko saat ditemui di lokasi, Minggu (5/4/2026).

Menurut Djoko, Candi Candra Geni Sri Sedana tidak hanya dirancang sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai ruang terpadu yang menggabungkan nilai religi, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Konsep ini diharapkan menciptakan ekosistem wisata berkelanjutan.

“Candi ini merepresentasikan wisata religi, budaya, sekaligus aktivitas bisnis dan sosial. Jadi bukan hanya untuk dikunjungi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Konseptor lainnya, Heri Susilo, menambahkan bahwa pembangunan candi mengacu pada pola peradaban era Kerajaan Medang Kamulan yang menempatkan spiritualitas sebagai pusat kesejahteraan. Nama “Sri Sedana” sendiri dimaknai sebagai simbol kemakmuran.

“Konsepnya berbentuk mandala. Pusatnya adalah spiritualitas, kemudian lingkar berikutnya diisi teknokrat dan ilmuwan, serta lingkar luar berupa unit bisnis yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” jelas Heri.

Pengembangan destinasi baru ini dinilai relevan dengan tren pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Sleman. Dalam beberapa tahun terakhir, Sleman menjadi salah satu tujuan utama wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, terutama kawasan lereng Merapi seperti Kaliurang dan sekitarnya.

Data Dinas Pariwisata menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman mencapai jutaan orang setiap tahun sebelum pandemi, dan kembali menunjukkan tren peningkatan pascapandemi. Pada periode 2023–2025, kunjungan wisatawan domestik mendominasi dengan pertumbuhan yang stabil, didorong oleh wisata alam, edukasi, dan budaya.

Namun demikian, rata-rata lama tinggal wisatawan di Sleman masih relatif singkat, yakni sekitar 1–2 hari. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan pelaku wisata untuk menciptakan destinasi yang mampu menahan wisatawan lebih lama.

Kehadiran Candi Candra Geni Sri Sedana diharapkan dapat menjadi daya tarik baru yang tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang durasi tinggal wisatawan. Dengan konsep integratif antara spiritualitas, budaya, dan ekonomi, destinasi ini ditargetkan menjadi pusat aktivitas wisata yang berkelanjutan di kawasan lereng Merapi.

---

Tags

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB