Tak ada yang bisa menolak semangkuk Tekwan yang hangat. Bola-bola kecil ikan gabus yang direbus hingga kenyal, disiram kuah berbumbu ebi dan bawang, dihiasi jamur kuping serta irisan seledri dan bawang goreng—makanan ini adalah pelukan di tengah gerimis kota.
Tekwan kini telah menjadi street food yang populer, bahkan di kota-kota besar di luar Sumatera Selatan. Tapi, tentu rasa terbaiknya tetap bisa ditemukan di jantung Palembang.
Baca Juga: Paket Umroh Hemat 2025-2026 Mega Wisata Siap Berangkat
Pindang Tulang – Rasa Asam Pedas yang Menggoda
Salah satu favorit sejati masyarakat adalah Pindang Tulang, olahan tulang sapi (khususnya bagian tulang rawan) yang dimasak dengan rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, kunyit, cabai, serta tambahan nanas dan tomat untuk memberikan rasa asam segar.
Disajikan panas-panas dengan taburan daun kemangi, hidangan ini bukan hanya kaya rasa, tapi juga kaya makna. Ia sering jadi sajian utama dalam hajatan, arisan keluarga, dan makan siang favorit di warung-warung lokal yang legendaris.
Lebih dari Pempek: Palembang Punya Semuanya
Meski pempek menjadi ikon nasional dari kota ini, kuliner Palembang jauh melampaui satu jenis makanan. Dari yang asin hingga manis, dari yang berkuah hingga kering, dari makanan berat hingga kudapan manis seperti kue delapan jam, maksuba, engkak ketan, dan bolu kojo – semuanya memiliki tempat dalam lemari dapur dan hati masyarakat.
Beberapa data menarik:
- Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumatera Selatan (2023), sektor kuliner menyumbang lebih dari 35% dari total belanja wisatawan domestik yang datang ke Palembang.
- Dalam Festival Kuliner Nusantara tahun 2022, Palembang mendapatkan penghargaan sebagai Kota dengan Cita Rasa Kuliner Tradisional Terbaik, mengalahkan lebih dari 30 kota lainnya.
- Platform kuliner nasional PergiKuliner mencatat bahwa lebih dari 70% wisatawan yang datang ke Palembang menyebut “mencicipi makanan khas” sebagai alasan utama mereka berkunjung.
Palembang dan Wisata Kuliner Halal
Sebagai kota dengan mayoritas penduduk Muslim, Palembang juga dikenal dengan kekuatan wisata kuliner halalnya. Hampir semua restoran, rumah makan, dan pedagang kaki lima menjamin kehalalan bahan dan proses penyajiannya. Ini menjadikan Palembang ramah bagi wisatawan Muslim lokal maupun mancanegara.
Membangun Brand "Kota Kuliner" di Peta Nasional
Upaya untuk menjadikan Palembang sebagai Kota Kuliner Indonesia telah dimulai sejak beberapa tahun terakhir. Pemerintah kota menggagas program seperti Festival Pempek Internasional, revitalisasi pusat kuliner tradisional seperti di kawasan 26 Ilir dan Kuto Besak, hingga pelatihan UMKM kuliner agar mampu go digital dan ekspor.
Beberapa restoran dan pelaku usaha kuliner lokal bahkan kini merambah pasar global melalui pempek kemasan vakum, bumbu pindang instan, hingga produk olahan ikan siap saji yang menembus pasar Malaysia dan Singapura.
Baca Juga: Ibu Pahlawan Tak Bernama, Tapi Abadi Dalam Hati dan Jiwa