Palembang: Jejak Sejarah, Jejak Rasa – Kota Kuliner Indonesia yang Menggoda Selera

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 09:54 WIB
Makan Pempek dan Model di Palembang. [Foto: Pemkot PLG]
Makan Pempek dan Model di Palembang. [Foto: Pemkot PLG]

 

Oleh Bangun Lubis (Wartawan Suara Pembaruan)

SUARA PEMBARUAN - Jika kita menyebut kata "Palembang", pikiran orang langsung terbang ke Sungai Musi dan Jembatan Ampera yang melegenda.

Namun, Palembang bukan sekadar kota tua dengan jejak Sriwijaya dan sejarah panjang peradaban Melayu. Ia adalah kota yang menggoda setiap indera – terutama lidah.

Tak berlebihan jika kini banyak yang menyebut Palembang sebagai salah satu pusat kuliner terbaik di Indonesia. Rasa, tekstur, dan keunikan makanannya menjadikan kota ini surga bagi pecinta kuliner. Bahkan, dalam berbagai survei pariwisata dan peringkat destinasi makanan, Palembang kerap disebut-sebut sejajar dengan kota besar lain seperti Bandung, Yogyakarta, dan Makassar.

Kuliner adalah Identitas, Bukan Sekadar Masakan

Di Palembang, makanan bukan hanya produk dapur. Ia adalah bagian dari identitas budaya. Setiap sajian memuat sejarah, narasi keluarga, dan nilai sosial yang diwariskan turun-temurun. Tidak heran bila lebih dari 50 jenis makanan khas Palembang dapat ditemukan dalam tradisi masyarakat, dari yang berbahan dasar ikan hingga sayur-mayur berpadu rempah.

Baca Juga: Masak Akbar Bersama Willie Salim, Momentum Kenalkan Budaya dan Kuliner Bengkulu

Palembang kaya akan olahan berbasis ikan, terutama ikan sungai seperti belida, gabus, dan kakap. Hal ini tak terlepas dari keberadaan Sungai Musi dan anak-anak sungainya yang menjadi nadi kehidupan warga sejak berabad-abad lalu. Dari sanalah muncul sajian-sajian ikonik seperti pempek, tekwan, model, laksan, celimpungan, hingga pindang-pindangan yang menggoda.

 

Model Ikan – Sajian Lembut dalam Kuah Hangat

Model Ikan adalah salah satu sajian unggulan yang memperlihatkan kreativitas kuliner Palembang. Dibuat dari ikan giling yang dicampur tepung sagu dan putih telur, lalu dibentuk dan diisi dengan potongan tahu, makanan ini lalu digoreng dan disajikan dalam kuah gurih bening dengan pelengkap seperti bengkoang, jamur kuping, timun cacah, dan sohun.

Sensasi rasa yang didapat? Lembut, gurih, dan segar dalam setiap suapan. Model bukan hanya makanan sehari-hari, tapi juga sajian dalam berbagai perayaan keluarga di Palembang.

Tekwan – Bola Rasa dalam Kuah Ebi

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB
X