Ini yang Tak Boleh Dilupakan, Saat Umroh ke Makkah dan Madinah

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Rabu, 30 April 2025 | 14:38 WIB
Berdoa. {FotoMAI ]
Berdoa. {FotoMAI ]

Sebuah Renungan Perjalanan Menuju Hati yang Bersih

SUARA PEMBARUAN - Berangkat ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik. Ia adalah panggilan hati. Sebuah undangan agung dari Dzat Yang Maha Mulia, yang memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk bertamu ke rumah-Nya.

Allah berfirman: "Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh."*(QS. Al-Hajj: 27)*

Umrah dan haji adalah pertemuan paling intim antara hamba dan Rabb-nya. Namun, di balik kekhusyukan yang terasa, ada hal-hal penting yang sering luput dari perhatian jamaah. Nilai-nilai yang sangat berharga, namun jarang dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga: Pemberdayaan Perempuan: Apa yang Akan Terjadi Jika Perempuan Tidak Mendapatkan Hak-nya

Mega Wisata Travel Umroh, dalam setiap sesi manasik, selalu menekankan hal ini. “Kami selalu mengingatkan jamaah agar tidak melupakan amalan-amalan yang dibutuhkan hati dan jiwa,” ujar Direktur Utama PT Sriwijaya Mega Wisata, Salwaty, pada setiap kesempatan manasik.

Berikut ini adalah hal-hal yang tak boleh dilupakan — bahkan sangat layak direnungkan — agar perjalanan umrah tak hanya menjadi ritual, tapi menjadi *momen transformasi spiritual yang hakiki.*

Baca Juga: Prabowo Minta kepada Mahasiswa RI di Al Azhar Kairo untuk Belajar Islam yang Sejuk

1. Jangan Lupakan Hati: Bersihkan Sebelum Berangkat, Lunakkan Sepanjang Perjalanan

Umrah bukan hanya tentang langkah kaki, tapi tentang hati yang pulang kepada Tuhan. Betapa banyak orang sibuk menyiapkan koper, tapi lupa menyiapkan jiwa.

Nabi ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian."(HR. Muslim)*

Jamaah sering kali terlalu fokus pada pakaian seragam, jadwal city tour, atau dokumentasi digital. Tapi lupa membersihkan rasa sombong, iri, dan dendam yang membebani ruh.

Sebelum mencium Hajar Aswad, pastikan hati telah melepaskan hasad. Sebelum berdiri di Raudhah, pastikan jiwa telah ringan dari dosa lama.

2. Jangan Terlewat Momen-Momen Sunyi — Karena Di Sana Allah Menyapa Paling Dekat

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X