Berapa banyak yang menangis di depan Ka’bah tanpa difoto — justru itulah momen paling sakral. Karena yang abadi bukan di Instagram, melainkan di Lauhul Mahfuz.
Baca Juga: Kapolda Patrige Renwarin Silahturahmi ke Warga Kampung Muslim Pegunungan di Angkasa
Simpan sebagian pengalaman hanya untuk Anda dan Allah. Biarkan itu menjadi rahasia indah antara hamba dan Rabb-nya. Di sanalah letak keintiman ibadah yang sejati.
6. Jangan Terburu-Buru Kembali — Biarlah Raga Pulang, Tapi Ruh Tinggal Sejenak di Sana
Saat pesawat lepas landas dari Jeddah atau Madinah, sebagian jamaah sibuk mengecek oleh-oleh. Padahal, saat itu seharusnya menjadi waktu menundukkan hati dan berdoa: "Ya Allah, jangan jadikan ini kunjungan terakhirku ke rumah-Mu dan makam kekasih-Mu.”
Para ulama salaf menangis ketika meninggalkan Tanah Suci. Bukan karena belum sempat membeli kurma, tapi karena mereka takut tak diundang kembali.
Pulang Bukan Akhir — Tapi Awal dari Umrah Sejati
Ketika pulang, jangan hanya bawa air zamzam dan sajadah. Bawalah takwa, kesabaran, rasa syukur, dan cinta yang lebih dalam kepada Allah.
Baca Juga: Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah
Karena umrah sejati bukan hanya saat thawaf dan sai, tapi ketika kita kembali ke rumah dan mampu menjaga kemurnian hati seperti di Tanah Suci.
Itulah umroh yang tak pernah usai. Yang terus meneteskan hikmah dalam setiap helaan napas setelahnya.
Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk kembali ke rumah-Nya. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan di Makkah dan Madinah menjadi saksi, bahwa kita pernah jatuh cinta pada-Nya, di tanah yang Dia berkahi.**
"Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu adalah dari ketakwaan hati."(QS. Al-Hajj: 32). Itulah kesucian hati dan jiwa.(*)
Edito: Bangun Lubis
Artikel Terkait
JK : Jadikan Negara Asia Tenggara Pusat Pendidikan Tinggi Islam
Adab Bekerja Bagi Seorang Islam
Jusuf Kalla Bertemu Wakil Grand Syaikh Al-Azhar, Bahas Kerja Sama Pendidikan Islam
Bazma Pertamina Patra Niaga JBT Berbagi di Momen Tahun Baru Islam, Santuni Puluhan Anak Yatim di Semarang
Dari Forum WCIT 2024 : Jusuf Kalla Ajak Mengakhiri Konflik di Negara-negara Islam
Teror Ledakan Pager di Lebanon Menandakan Umat Islam Tertinggal Teknologi
Indonesia dan Mesir Miliki Kesamaan Memandang Islam Moderat dan Junjung Tinggi Toleransi
Prabowo Minta kepada Mahasiswa RI di Al Azhar Kairo untuk Belajar Islam yang Sejuk
Pemprov Bengkulu dan PMII Bahas Penguatan Peran Mahasiswa Islam
Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah