Gatep Lawas, Destinasi Tersembunyi di Buleleng dengan River Tubing Sepanjang 625 Meter

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 23 Juli 2025 | 08:03 WIB
Gatep Lawas adalah salah satu destinasi wisata di Kabupaten Buleleng, Bali. (Instagram/gatep_lawas)
Gatep Lawas adalah salah satu destinasi wisata di Kabupaten Buleleng, Bali. (Instagram/gatep_lawas)

 

Buleleng, SUARA PEMBARUAN  – Buleleng, Bali kembali menghadirkan destinasi wisata yang patut dijajal, terutama bagi pencinta petualangan dan alam. Bertempat di Dusun Pebantenan, Desa Ambengan, objek wisata Gatep Lawas menawarkan pengalaman unik berupa wahana air alami yang menyegarkan dan penuh tantangan.

Tempat ini memikat dengan lanskap pedesaan yang masih alami, udara sejuk pegunungan, serta pemandangan sawah yang membentang di sepanjang jalan menuju lokasi. Dengan letaknya yang berada di dataran tinggi, Gatep Lawas menyajikan panorama alam yang indah dan suasana yang tenang.

Nama Gatep Lawas sendiri memiliki filosofi tersendiri. Dalam unggahan akun TikTok @deprianthony yang diakses Selasa, 22 Juli 2025, dijelaskan bahwa “Gatep” diambil dari nama pohon besar di sekitar area wisata, sementara “Lawas” berarti kuno atau zaman dulu.

Dekat pohon besar itu mengalir sungai jernih yang kini menjadi pusat aktivitas wisata air, termasuk tempat mandi, bermain air, dan atraksi utama berupa seluncuran alami.

Dengan harga tiket masuk yang ramah di kantong—Rp10.000 untuk wisatawan domestik dan Rp25.000 untuk turis asing—pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas seru. Yang paling populer adalah River Tubing, sebuah atraksi seluncuran alami di aliran sungai sepanjang 625 meter.

Cukup membayar Rp30.000, pengunjung akan disediakan ban, helm, dan pelampung untuk menikmati wahana yang memacu adrenalin ini.

Gatep Lawas kini disebut-sebut sebagai hidden gem baru di wilayah Bali Utara. Perpaduan antara keasrian alam, kearifan lokal, dan wahana seru membuat destinasi ini layak dimasukkan ke dalam agenda liburan siapa saja yang ingin merasakan sisi lain Bali yang belum banyak dijamah.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB
X