YOGYAKARTA, SUARA PEMBARUAN - Meningkatkan kreativitas anak sejak dini merupakan investasi jangka Panjang, karena anak yang tumbuh dengan pola pikir kreatif akan lebih siap menghadapi kehidupan. Mereka bukan hanya akan pintar secara akademis, tetapi juga bijak, adaptif, dan penuh inisiatif.
Dan usia 5 hingga 10 tahun bukan sekadar masa bermain, masa ini adalah tahap krusial dalam pembentukan karakter, kecerdasan, dan cara berpikir seorang anak. Kreativitas di usia ini bukan hanya tentang menggambar atau membuat kerajinan, tapi tentang membangun cara berpikir yang fleksibel, inovatif, dan mandiri.
Dengan pendekatan ini, Nara Kupu Jogja kembali menggelar program edukasi kreatif bertajuk Sekolah Alam Nara, sebuah rangkaian kegiatan belajar berbasis alam yang dirancang khusus bagi anak usia 5 hingga 10 tahun. Bertempat di kawasan hijau Pandanpuro, Hargobinangun, Pakem, Sleman, program ini digelar setiap Minggu sepanjang bulan Juli 2025 dan terbuka untuk umum secara gratis.
Mengapa 5–10 Tahun
Pada rentang usia ini, anak berada di fase operasional konkret. Mereka mulai bisa memahami hubungan sebab-akibat, melakukan klasifikasi, dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi.
Menurut Shelli Moniaga, selaku Event & Promo Manager Nara Kupu Jogja, program ini merupakan langkah untuk mengenalkan anak-anak pada kekayaan alam sekitar dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. “Kami ingin anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga pulang dengan pengalaman baru, mengenal, menyentuh, dan menciptakan sesuatu dari alam. Ini adalah pendidikan yang menyatu dengan emosi dan rasa cinta terhadap bumi,” ujarnya.
Karena kreativitas bukan kemampuan bawaan, tapi bisa dilatih sejak dini, anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung ekspresi dan eksplorasi akan lebih siap menghadapi masa depan dengan kemampuan berpikir kritis, empati, dan daya juang tinggi.
Sementara itu, Doni Darmawan, Field Manager yang menangani teknis lapangan, menyampaikan bahwa seluruh aktivitas dikurasi agar tetap aman dan ramah untuk anak-anak. “Kami pastikan kegiatan dilakukan di ruang terbuka hijau yang aman, dengan pendampingan dari tim fasilitator berpengalaman. Anak-anak bebas bereksplorasi sekaligus belajar tanpa tekanan,” ungkapnya.
Berlokasi di kawasan asri Pandanpuro, Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Sekolah Alam Nara bukan sekadar kegiatan mingguan, melainkan bagian dari komitmen Nara Kupu Jogja dalam mendukung pertumbuhan anak secara holistik, melalui alam, seni, dan pengalaman langsung.
Kreativitas bukan kemampuan bawaan semata, tapi bisa dilatih sejak dini. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung ekspresi dan eksplorasi akan lebih siap menghadapi masa depan dengan kemampuan berpikir kritis, empati, dan daya juang tinggi.
Mengusung pendekatan eksploratif dan artistik, Sekolah Alam Nara mengajak anak-anak berinteraksi langsung dengan alam sambil mengembangkan kreativitas dan rasa cinta lingkungan. Program ini terdiri dari empat aktivitas utama, masing-masing menyuguhkan pengalaman unik dan edukatif. Kokedama yakni seni menghias tanaman dengan teknik Jepang yang ramah anak telah diselenggarakan pada Minggu (06/07/2025). Bermain Warna Alam: Eksperimen warna alami menggunakan teknik eco-print (Minggu 13 Juli 2025), daur Cerita Alam: Pengolahan limbah menjadi karya lukis yang inspiratif (Minggu 20 Juli 2025) dan pekan ini, Minggu (27/07/2025), Mengenal Wangi Alam: Kreasi lilin aromaterapi dari bahan-bahan alami.
Program Sekolah Alam Nara bukan sekadar kegiatan akhir pekan, melainkan bagian dari komitmen Nara Kupu Jogja untuk mendukung pertumbuhan anak secara holistik melalui alam, seni, dan pengalaman langsung. Dengan suasana asri dan aktivitas yang bermakna, program ini diharapkan menjadi wadah tumbuhnya generasi muda yang peduli dan selaras dengan lingkungan.
Sekolah Alam Nara adalah sebuah program edukasi kreatif yang bukan sekadar menghibur, tetapi juga membangun kedekatan anak dengan lingkungan melalui aktivitas eksploratif dan artistik berbasis alam.
Artikel Terkait
Mbak Ita Jamin Pendidikan Anak Pasutri Tunanetra yang Gagal Masuk PPDB SMA
Dari Dunia Fashion ke Panggung Pendidikan Vokasi Bali
Pendidikan Anak Pesisir Pemukiman Candi, Bitung, Jadi Fokus Perhatian Pertamina