opini

Extra Flight Mengalir ke Manado: Mengurai Tantangan Mobilitas Nataru

Jumat, 14 November 2025 | 10:38 WIB
Bram Hertasning (dok pribadi )

Penunjukkan Manado sebagai Tuan Rumah Natal Nasional 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto turut meningkatkan kebutuhan perjalanan ke kota tersebut, sehingga extra flight menjadi keharusan agar mobilitas masyarakat dapat terfasilitasi dengan baik.

Meski demikian, penyediaan extra flight tidak bisa dilakukan secara serampangan. Kapasitas Bandara Sam Ratulangi harus menjadi pertimbangan utama—mulai dari ketersediaan slot waktu, panjang landasan, kesiapan terminal, hingga kemampuan sumber daya manusia.Baca Juga: Ketua DIKPI: Konsep Self Policing Penting Diterapkan Sejak Keluarga dan Dunia Pendidikan

Selain itu, maskapai perlu memastikan bahwa penerbangan tambahan tetap menguntungkan secara ekonomi. Dengan kata lain, keseimbangan antara sisi suplai dan permintaan harus terjaga agar extra flight tidak hanya memenuhi kebutuhan penumpang, tetapi juga tetap layak secara finansial.

Proses penambahan penerbangan ekstra memerlukan koordinasi lintas instansi. Pengelola bandara, maskapai, otoritas bandara, AirNav Indonesia, hingga unsur keamanan harus bergerak selaras.Baca Juga: Isu Udang Radioaktif Bikin DPR Geram, Kemenperin Diminta Awasi Pasar Dalam Negeri

Manajemen parkir pesawat, layanan darat, pengaturan terminal, hingga kesiapan kru penerbangan harus diperhitungkan secara detail. Dengan pengelolaan yang tepat, extra flight tidak hanya menambah kapasitas, tetapi juga menjaga arus pergerakan penumpang agar tetap terdistribusi dengan baik.

Namun sejumlah kendala masih harus diatasi. Biaya operasional yang tinggi, keterbatasan infrastruktur bandara, dan daya beli masyarakat yang tidak sepenuhnya pulih menjadi faktor pembatas.Baca Juga: Kemendagri dan Pemprov Bengkulu Bahas APBD 2026 Tepat Sasaran

Pemerintah pusat perlu memikirkan kebijakan yang mendukung pergerakan domestik, seperti skema insentif untuk meringankan biaya tiket kelas ekonomi atau potensi keringanan pajak bagi maskapai.

Kebijakan tersebut idealnya diumumkan jauh sebelum puncak musim perjalanan, agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dan maskapai bisa menyiapkan operasional lebih efisien.Baca Juga: Blibli Hadirkan The New Apple Shop di Central Park: Pengalaman Premium dan Pasti ORI dalam Satu Tempat

Evaluasi terhadap realisasi extra flight juga penting dilakukan. Pemantauan berkala memungkinkan pemerintah melakukan penyesuaian sesuai kondisi nyata di lapangan—baik penambahan maupun pengurangan penerbangan.

Dengan demikian, pola permintaan dapat terbaca lebih jelas dan kebijakan penambahan kapasitas bisa dilakukan secara adaptif.Baca Juga: Peringati HKN ke-61, Pemprov Bengkulu Berikan Penghargaan pada Mitra Dukung Program Kesda

Pada akhirnya, keberhasilan penyelenggaraan extra flight pada Nataru 2025/2026 sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen penerbangan.

Jika direncanakan dengan matang, extra flight akan mampu mengakomodasi lonjakan penumpang tanpa mengorbankan keselamatan, kenyamanan, dan kinerja operasional.Baca Juga: Properti dan Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 2026, BSI Dorong Pembiayaan Syariah Inklusif

Bagi Manado, langkah ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat konektivitas udara nasional yang terus berkembang.*

Dr.Ir. Bram Hertasning, ST, MTM, adalah Kepala Bidang Kebijakan Transportasi Perkotaan, Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Halaman:

Tags

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB