Hari Anak Nasional: Kerusakan Generasi, Sistem Islam sebagai Solusi

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Jumat, 31 Juli 2026 | 19:14 WIB
Indonesia sedang menghadapi ancaman serius terhadap kualitas generasi.
Indonesia sedang menghadapi ancaman serius terhadap kualitas generasi.

Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. At-Tahrim: 6).

Ayat ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan kewajiban syariat, bukan pilihan.

Luqman Al-Hakim memberikan model pendidikan Islam yang sempurna. Pendidikan dimulai dengan penanaman tauhid, kemudian ibadah, akhlak, kepedulian sosial, kesabaran, dan adab. (QS. Luqman: 13–19).

Rasulullah Saw juga bersabda:

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena itu, pendidikan dalam Islam bertujuan membentuk syakhshiyyah islamiyyah, yaitu kepribadian yang menjadikan akidah Islam sebagai standar berpikir dan bersikap. Anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketakwaan, keberanian, amanah, dan kepedulian terhadap umat.

Islam Kaffah sebagai Solusi Peradaban

Apabila akar persoalannya adalah sistem, maka penyelesaiannya juga harus bersifat sistemik. Dalam perspektif ideologi Islam, penerapan Islam secara kaffah diyakini sebagai solusi mendasar karena seluruh perangkat kehidupan diarahkan untuk menjaga agama, akal, jiwa, keturunan, dan harta.

Negara berkewajiban menjamin pendidikan berbasis akidah Islam, menutup seluruh sarana yang merusak moral seperti pornografi dan perjudian, melindungi anak dari eksploitasi ekonomi maupun seksual, mengawasi media agar menjadi sarana pendidikan umat, serta memastikan keluarga memperoleh dukungan untuk menjalankan fungsi tarbiyah dan pembentukan karakter.

Dengan demikian, keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara berjalan dalam satu visi, yaitu membentuk generasi yang bertakwa dan berilmu.

Oleh karenanya Hari Anak Nasional hendaknya menjadi momentum kebangkitan kesadaran bahwa generasi unggul tidak akan lahir hanya melalui slogan "pendidikan karakter", program sesaat, atau kebijakan parsial. Generasi emas hanya akan lahir apabila seluruh sistem kehidupan dibangun di atas petunjuk Allah SWT. Sebab, kerusakan generasi bukan semata-mata akibat lemahnya individu, melainkan buah dari sistem yang menyimpang. Sebaliknya, ketika Islam diterapkan secara kaffah, pendidikan akan melahirkan generasi yang memiliki akidah yang kokoh, ilmu yang luas, akhlak yang mulia, serta kesiapan memimpin peradaban manusia menuju keberkahan dunia dan akhirat.

 

Halaman:

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB
X