Hingga saat ini beberapa sekolah di Indonesia telah mengenalkan rambu lalu lintas kepada anak didiknya melalui tatap muka dan online baik dengan bantuan media aplikasi maupun media gambar dengan harapan dapat membentuk generasi muda yang patuh peraturan, khususnya patuh dalam berlalu lintas.
Beberapa sekolah di Indonesia telah gencar mengenalkan rambu-rambu lalu lintas sebagai bagian dari mata pelajarannya, dengan maksud agar karakter anak khususnya anak usia taman kanak-kanak terstimulasi.
Mengenalkan pendidikan rambu pada anak usia dini didukung oleh banyak ahli pendidikan, dan pengenalannya dapat diterapkan secara efektif dalam konsep bermain dan belajar.
Sosialisasi rambu lalu lintas pada anak usia dini sangatlah penting karena semakin minimnya pengetahuan akan rambu lalu lintas seseorang akan semakin banyak pelanggaran yang disebabkan karena ketidaktahuannya mengenai tanda rambu lalu lintas yang ada di jalan.
Pengurangan kecelakaan di masa yang akan datang dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan ’’mobile’’ dengan aplikasi pengenalan rambu lalu lintas sejak usia dini. Masyarakat dapat mempelajari rambu lalu lintas yang ada di Indonesia hanya menggunakan satu sentuhan tangan di alat komunikasinya.
Penelitian lain menyatakan untuk meningkatkan proses pembelajaran penggunaan miniatur seperti miniatur kardus dapat digunakan agar terjadi pendekatan yang interaktif dengan anak usia sekolah dasar. Penggunaan media ini akan membantu siswa untuk selain mempermudah mengingat juga membantu siswa untuk memahami karena memiliki bentuk sehingga para siswa tak perlu lagi membayangkan bentuknya.
Berbeda dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, penelitian yang dilakukan saat ini menerapkan analisis bibliometrik dengan menggunakan perangkat vosviewer.
Penelitian ini bukan hanya memetakan, melainkan juga menganalisis mengenai pendidikan rambu lalu lintas pada anak usia dini khusus dalam bidang pendidikan anak usia dini dengan tujuan melihat sejauh mana cakupan penelitian yang ada dan mengisi kesenjangan dalam penelitian.
Permainan untuk mengenalkan lalu lintas pada anak yang ada di pasaran khsusunya di Indonesia belum dapat memberikan pengajaran kepada anak tentang disiplin berlalu lintas secara interaktif.
Bahkan, permainan interaktif tradisional yang ada di lapangan saat ini telah bergeser penggunaanya dengan memakai media teknologi online baik melalui handphone maupun computer daripada cara tradisional.
Mengenalkan rambu lalu lintas pada anak sejak usia dini diharapkan ketika nantinya anak telah memasuki usia dapat mengemudikan kendaraan memiliki pemahaman cara disiplin berkendara yang baik.
Disiplin pada anak usia dini adalah sikap taat serta patuh pada aturan yang berlaku baik itu teknologi smartphone tersebut dalam di rumah, sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Pengenalan rambu telah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dengan mencanangkan program SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini).
Menteri Perhubungan mengenalkan program ini dengan memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah di Indonesia.
Kekurangan dalam tren kajian pendidikan pengenalan rambu pada anak usia dini ini adalah masih sedikitnya riset mengenai pengenalan rambu lalu lintas pada anak usia dini khususnya di Indonesia.
Artikel Terkait
Direktorat PAUD Gelar Semiloka Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Cegah Paparan Kekerasan Daring, Atasi Kecanduan Gawai Pada Anak dengan Literasi Digital
Mahasiswa KKN UGM mengajarkan Tarian Tradisional Nusantara ke Anak-anak Konawe Selatan
Kasus Cenderung Meningkat, Pencegahan Kekerasan terhadap Anak Menuntut Keseriusan Semua Pihak
Sekolah Taruna Papua Hadirkan Pendidikan Yang Berkualitas, Bermartabat Bagi Anak-Anak Papua
Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Gelar Bintek Penulisan Cerita Anak Berbahasa Daerah
Polda Jateng Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2024, Ini Sasaran Kegiatan Operasinya