Apa yang mesti dilakukan dalam hal ini? Eksistensi media massa hari ini sangat tergantung pada kemampuan pengelolanya untuk membangun dan menerapkan sistem pelacakan konten orisinal yang diekstraksi dan dimanfaatkan secara sepihak, katakanlah oleh pengembang AI generatif.
Hasil pelacakan itu mesti digunakan untuk memaksa platform digital memberi kompensasi proporsional atas konten jurnalistik yang mereka rekayasa untuk pelatihan model AI. Regulasi Publisher Right harus dimaksimalkan di sini. Hal yang tak kalah penting adalah membangun kemandirian relatif media massa terhadap platform digital.
Lalu lintas distribusi konten yang dulu terkonsolidasi pada Google Search atau Facebook atau Instagram, kini telah terfragmentasi ke aplikasi chatbot, platform video pendek, dan agregator berbasis AI.
Ini artinya, monetisasi konten melalui mesin pencarian dan media sosial telah tergoyahkan dan tidak bisa menjadi sandaran satu-satunya. Inilah saatnya bagi media massa untuk kembali kepada prinsip-prinsip direct sales dan direct traffic, yakni mengelola khalayak dan rekanan bisnisnya secara relatif mandiri, tanpa sepenuhnya tergantung pada campur-tangan pihak eksternal.
Agus Sudibyo, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat
Artikel Terkait
Indosat Tetap Stabil di Tengah Gejolak Pasar, Pacu Transformasi AI dan Perluas Jangkauan Digital ke Ujung Negeri
Indosat Luncurkan Fitur AI Anti-Spam dan Anti-Scam, Wujudkan Perlindungan Digital Inklusif bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Film Animasi Lokal "Merah Putih One for All" Raup Rating Terendah 1,0 di IMDb, Penonton Soroti Dugaan Plot dari AI
Indosat Raih Rekor MURI Lewat 5.000 Puisi Sahabat-AI di Momen HUT ke-80 RI
Survei Global: Pekerja Indonesia Paling Cemas Tergerus AI, Sementara Jerman dan Jepang Lebih Optimistis