nasional

Hoaks Kian Canggih, Literasi Digital Harus Naik Kelas

Senin, 8 Desember 2025 | 17:29 WIB
Narasumber dari Mafindo dan Jurnalis Senior tampil dalam Workshop dan Temu Rekan Media dengan Gubernur Jawa Tengah, Senin (8/12/2025).

Sementara itu, Jurnalis senior Ardiansyah Harjunantio menegaskan bahwa masa depan media digital Indonesia bergantung pada kemampuan media kecil untuk beradaptasi, mempersempit segmentasi, dan mengedepankan kolaborasi lintas platform.

Ardiansyah menyebut jurnalisme merupakan “nyawa demokrasi”, dan jika peran media hilang, maka demokrasi ikut melemah. Karena itu, ia mengajak media lokal dan komunitas untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga menajamkan pola kerja. Model lama yang bergantung pada website dan CMS dinilai tak lagi cukup.

“Satu berita di website mungkin hanya dibaca 10 sampai 20 orang, kecuali diulang dan diproduksi media lain. Di situlah arti penting kolaborasi,” ujar wartawan Zonasi. id dan Sindikat Media ini.

Kolaborasi Jadi Kunci

Ia mengungkapkan banyak media kecil tidak bisa tumbuh karena terbebani biaya server, perawatan, dan tuntutan produksi konten harian. Menurutnya, mengandalkan portal sebagai mesin utama sudah tidak relevan.

“Kalau berharap jadi besar dengan cara itu, ya berat. Butuh ruang, butuh kapasitas besar, dan biayanya tidak kecil,” kata Ardiansyah.

Sebaliknya, ia menawarkan model yang ia sebut homeless media, pola publikasi yang tidak bergantung pada satu “rumah” seperti website, tetapi memaksimalkan distribusi di Instagram, TikTok, YouTube, dan kanal kolaboratif lain.

“Saya bangun IG enam bulan sudah 11 ribu follower, itu organik. Tidak pakai bot,” ujarnya.

Menurutnya, ruang media saat ini tidak lagi soal saling menjatuhkan seperti era pers cetak. Di ruang digital, distribusi konten justru tumbuh karena saling menguatkan.

“Sekarang bukan lagi saling menikam. Misalnya satu konten dibuat Zonasi, diforward Batara Jateng, terus diambil Jateng TV. Itu yang membuat ramai,” katanya.


Ardiansyah menilai peluang terbesar media kecil justru berada pada segmentasi sangat lokal. Ia mencontohkan banyak akun informasi daerah seperti Info Demak, Info Banguntayu, hingga Info Gendok yang tumbuh besar karena memenuhi kebutuhan warga sekitar.

“Proximity itu penting. Informasi yang dekat dengan kita selalu dicari,” jelasnya.

Dengan segmentasi yang tajam, media dapat memiliki komunitas pembaca yang loyal dan terukur. Hal ini juga memudahkan media kecil menawarkan ruang iklan yang tepat sasaran.

“Satu komunitas, satu audiens. Data engagement-nya jelas setiap hari,” katanya.

Kolaborasi dan Ekosistem Media

Halaman:

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB