Ardiansyah juga menyinggung ekosistem PRMN yang memiliki lebih dari 400 media di dalamnya.
Menurutnya, banyak media kecil bergabung bukan karena ingin identitasnya hilang, tetapi untuk menguatkan domain authority dan distribusi Google.
“Kekuatan mesin media kecil bisa menjadi besar kalau terlibat ekosistem,” ujarnya.
Perubahan algoritma Google dan model bisnis platform digital membuat banyak publisher besar pun tertekan. Karena itu, ia menilai media kecil harus lebih kreatif, lincah, dan rendah ego.
“Ego media sering jadi penghambat. Padahal banyak ruang kolaborasi yang menguntungkan kedua belah pihak,” tambahnya.
Ia menyebut budaya duplikasi dan remix konten bukan ancaman, tetapi justru saling menguntungkan. Banyak konten YouTube atau podcast menyediakan potongan khusus (short/clip) yang boleh direplikasi.
“Konten kita diambil, diproduksi ulang, lalu jadi ramai. Itu mempengaruhi trafik kita juga,” katanya.
Dalam beberapa isu nasional, seperti polemik kesehatan atau perdebatan tokoh publik, Ardiansyah menyebut konten “homeless media” justru lebih cepat viral karena mudah diduplikasi.
“Kolaborasi itu nyata. Ketika orang lain memproduksi ulang konten kita, ekosistemnya lari ke tempat kita,” ujarnya.
Ia menilai produksi konten digital tidak harus mahal. Tiga orang saja sudah bisa menjalankan unit media yang efektif. Konten pendek, podcast sederhana, atau narasi YouTube dapat dikelola tanpa biaya besar.
“Website itu cocok untuk data dan investigasi. Tapi untuk tumbuh cepat, media sosial lebih efektif,” jelasnya.
Ardiansyah menutup dengan pesan bahwa media lokal harus realistis dan adaptif.
“Tidak perlu bermimpi jadi media besar seperti Kompas. Yang penting segmentasi kuat, kolaborasi jalan, dan konten diverifikasi. Itulah cara media kecil tetap hidup dan relevan di era digital," pungkasnya. *
Artikel Terkait
Simalakama AI Untuk Media Massa
Universitas Telkom Dorong Inovasi Eduwisata Literasi dan Peternakan Rakyat Berbasis Teknologi di Desa Muntang
Media Sosial vs Media Massa (1 dari 2 Tulisan)
Media Sosial vs Media Massa (Tulisan 2 - Habis)
Lindungi Mereka, Lawan Kekerasan: Sinergi Media, Keluarga dan Negara Selamatkan Anak dan Perempuan Papua