"Jika Anda tidak senang dengan situasi ini, Anda harus memilih perubahan, dan itulah sebabnya saya sangat menyarankan agar orang-orang memilih AfD," tegasnya.
Kenapa Partai yang Diusung Elon Musk Dicurigai Pendukung Neo Nazi?
Dilansir dari NPR, partai yang diusung Elon Musk di Jerman yakni AfD dicurigai sebagai Neo Nazi atau gerakan sosial politik yang berupaya memperkenalkan kembali Nazisme era Adolf Hitler.
Neo Nazi merupakan ideologi pasca Perang Dunia II yang berupaya menghidupkan kembali kelompok yang kini masih ada di Jerman.
AfD sebagai partai yang dicurigai sebagai Neo Nazi itu kini telah menyebar di Jerman Timur daripada Jerman Barat, dan diisi lebih banyak oleh generasi muda ketimbang generasi tua.Baca Juga: Desa Langganan Banjir di Brebes, Pemprov Jateng Solusikan Parapet dan Penanaman Pohon di Hulu
Kecenderungan publik di Jerman juga menganggap Neo Nazi sebagai hal yang tidak penting, namun perlu pengawasan lebih jauh karena meneror atau menyasar warga asing.
Di sisi lain, AfD juga pernah berencana untuk melakukan deportasi massal jutaan migran, termasuk warga yang berlatar belakang migrasi yang sudah menjadi warga negara Jerman.
Kelompok jurnalis investigatif di Jerman, Correctiv mengungkap hal ini dengan menyebut partai AfD melakukan pertemuan tertutup dengan kelompok Neo Nazi di sebuah hotel, pada Januari 2024 lalu.Baca Juga: Sikapi PMK, Peternak di Bengkulu Diminta Tetap Jaga Kebersihan Kandang dan Vaksin Teratur
Kekacauan di Jerman Gegara Rencana Deportasi Massal Neo Nazi
Dilansir dari The Guardian dalam artikel berbeda yang tayang pada Januari 2024, pertemuan AfD dengan kelompok Neo Nazi itu membahas terkait 'remigrasi', maksudnya pemulangan "migran ke tempat asal mereka.
"Remigrasi sebenarnya istilah dalam ilmu sosial yang berarti kembalinya imigran ke negara asalnya," kata salah satu jurnalis Correctiv yang tidak disebutkan namanya.
Menurut Correctiv, undangan pertemuan tertutup antara AfD dengan Neo Nazi itu menyebutkan agenda pembahasan sebuah konsep rencana remigrasi sebagai agenda politik.Baca Juga: Pererat Sinergi dengan Wartawan, Kajati Jateng: Media Mitra Strategis Menyampaikan Informasi kepada Masyarakat
Para migran yang memiliki izin tinggal, dan juga para migran dan keturunannya yang sudah menjadi warga negara Jerman, harus dideportasi ke negara asalnya apabila dinilai 'tidak beradaptasi dengan masyarakat mayoritas Jerman'.
Sebuah rencana yang memicu aksi demo yang diikuti puluhan ribu warga Jerman pada 16 Januari 2024 lalu.
Salah satu kelompok yang beraksi yakni aliansi 'Hand in Hand' yang menyerukan unjuk rasa melawan partai AfD dan kelompok Neo Nazi.Baca Juga: Pererat Sinergi dengan Wartawan, Kajati Jateng: Media Mitra Strategis Menyampaikan Informasi kepada Masyarakat
Artikel Terkait
Pembicaraan Penguatan Kerjasama Indonesia - AS antara Jokowi & Biden di Glasgow
Trump dan Perang Ukraina
Para Pimpinan Perusahaan AS Bertemu Presiden Prabowo di Istana, Puji Kinerja Kabinet Merah Putih
AS Resmi Blokir TikTok: Warga yang Ketahuan Main Kena Denda Rp81,9 Juta!