Senyum Ayah yang Tega Tinggalkan Anaknya di RS Grogol Bikin Geram, Pria di Bali Ini Justru Selamatkan Bayi-bayi yang Ditinggal Orang Tuanya

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 17 Januari 2025 | 07:21 WIB
Potret pelaku ayah yang tega menelantarkan bayinya di RS Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat, pada 27 Desember 2024 lalu. (Dok. Polsek Grogol Petamburan)
Potret pelaku ayah yang tega menelantarkan bayinya di RS Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat, pada 27 Desember 2024 lalu. (Dok. Polsek Grogol Petamburan)

Berkaca dari peristiwa penelantaran bayi yang terjadi di Jakarta itu, menjadi pelajaran penting bagi para orang tua untuk senantiasa memberikan kasih sayang kepada anaknya.

Salah satunya, bisa belajar ketulusan hati pria asal Bali, Burhan Sugiarto yang rela turun ke jalan demi mencari bayi-bayi yang terlantar.Baca Juga: Metro Park View Kota Lama Semarang Sambut Tahun Baru Imlek, Suguhkan “Prosperity Dinner: Year of Wooden Snake”

Bayi-bayi yang ditemukan di jalanan itu kemudian diasuh oleh Burhan dalam yayasan yang dimilikinya, Bali Baby Home.

Bali Baby Home itu menjadi tempat penampungan bagi anak-anak yang terlantar dan jika beruntung bisa ditemukan kembali oleh orang tuanya.

Lantas, apa yang ada dibenak Burhan terkait fenomena kasus penelantaran anak di Indonesia? Berikut ini ulasan selengkapnya.Baca Juga: Pertamina Sehati Program Posyandu Percontohan untuk Kesehatan Masyarakat Parepare  

Anak Membawa Kebahagiaan Bukan Kesengsaraan

Dilansir dari CNA, Burhan menjelaskan setiap anak yang mendapatkan pengasuhan di yayasannya telah membawa kebahagiaan tersendiri.

Suatu hal yang perlu diketahui oleh orang tua yang kini tengah berjuang keras demi anaknya tumbuh dan membawa kebaikan bagi keluarganya.

Di sisi lain, Burhan menegaskan kehadiran yayasannya adalah sebagai pencegahannya bukan berfokus pada adopsi anak-anak yang terlantar.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Janji Akomodasi Kebutuhan Tenaga Honorer Melalui Evaluasi dan Seleksi Transparan

"Kami dipenuhi kebahagiaan bersama mereka (anak terlantar), dan berusaha menyatukan kembali anak-anak dengan ibu kandung mereka," begitu kata Burhan dalam wawancaranya bersama CNA, 24 Desember 2024 lalu.

"Bali Baby Home adalah tentang pencegahan, kami tidak berfokus pada adopsi," tegasnya.

Pikirkan Nyawa Mereka yang Terancam di Luar Rumah

Dalam kesempatan yang sama, Burhan menyebut pihaknya kerap menemukan bayi yang terlantar di jalan raya, apartemen sewa, hingga di hutan.

"Kami telah menyelamatkan bayi-bayi dari hutan, ruko (apartemen sewa), dan di jalan raya. Jika kami tiba sedikit terlambat, nyawa mereka bisa terancam," sebutnya.Baca Juga: Telkomsel Catat Pertumbuhan Trafik Broadband 21.5 Persen di Wilayah Papua dan Maluku

Bagi Burhan, orang tua perlu memikirkan nyawa sang anak yang terancam berada di luar rumah, terlebih bagi mereka yang masih di bawah usia lima tahun (Balita).

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X