SUARA PEMBARUAN - Keputusan resmi PSSI memberhentikan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong ternyata membuat banyak masyarakat Indonesia kecewa.Baca Juga: Korem 041 Gamas Bengkulu Gelar Rakornis Dukung Capaian Program Swasembada Pangan Nasional
Hal ini karena banyak yang menilai bahwa pelatih asal Korea Selatan ini telah mampu membawa nama Timnas Indonesia ke dalam ‘kelas’ yang lebih baik di dunia sepak bola dunia.
Media ternama Korea Selatan, Yeonhap News, memberikan sorotan khusus terhadap berakhirnya era kepemimpinan Shin Tae-yong di sepakbola Indonesia.
Dalam artikel berjudul "Shin Tae-yong beserta Kim Sang-sik dan Ha Hyuk-Jun dipecat oleh Timnas Indonesia," Yeonhap News menyoroti ironi yang melingkupi pemecatan ini.Baca Juga: Sepanjang Tahun 2024, Dukcapil Terbitkan 2.201 Akta Kematian Warga Kota Bengkulu
Mereka mencatat bahwa pemecatan Shin Tae-yong terjadi hanya beberapa bulan setelah PSSI memperpanjang kontraknya hingga 2027 pada Juni 2024.
Keputusan tersebut tampak semakin ironis mengingat kontrak baru yang baru saja diperpanjang tersebut.
Media Korea ini juga mencatat berbagai prestasi yang telah dicapai Shin Tae-yong sejak memimpin Timnas Indonesia pada 2019.
Namun, meskipun berhasil membawa Timnas Indonesia meraih berbagai pencapaian, serangkaian hasil mengecewakan dalam periode singkat menjadi alasan utama di balik pemecatannya.Baca Juga: Kepala BPOM Taruna Ikrar Bertemu Menkomdigi Meutya Hafid, Sepakat Basmi Mafia Obat dan Makanan Berbahaya
Yeonhap menyebutkan bahwa meskipun pelatih berusia 55 tahun ini telah mencatatkan beberapa prestasi, "serangkaian hasil mengecewakan dalam periode singkat" akhirnya mengakhiri perjalanannya bersama Timnas Indonesia.
Dilansir dari Yeonhap, Piala AFF 2024 menjadi momen krusial yang mengubah nasib Shin Tae-yong yang pada akhirnya berakhir dipecat ini.
Keputusan kontroversial untuk menurunkan Tim U-22 dalam turnamen tersebut berakhir dengan kegagalan.Baca Juga: Produksi Beras 2025 Dipastikan Aman, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir dengan Isu Defisit Produksi
Indonesia hanya mampu meraih satu kemenangan di fase grup dan gagal lolos ke semifinal.
Yeonhap News menggambarkan keputusan ini sebagai "perjudian taktis" yang berujung pada kegagalan besar.
Keputusan tersebut membuat nasib Shin Tae-yong semakin terpojok, meskipun sebelumnya ia telah melakukan berbagai upaya untuk membawa Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Artikel Terkait
Banting Botol di Lapangan, Gilbert Agius dapat Sanksi Teguran Keras dari Komdis PSSI
PSIS Hadapi 3 Sanksi Komdis PSSI Usai Laga Kontra Persib
Viral Pernyataan Kontroversial Peter Gontha Soal Pemain Diaspora Timnas Indonesia, Ini Pembelaan PSSI dan Kebijakan FIFA
Patrick Kluivert Calon Kuat Gantikan STY? Intip Perbandingan Karier Kepelatihan Shin Tae-yong vs Patrick Kluivert
Pemecatan PSSI ke STY Viral di Medsos, Jeje: Tidak Ada yang Tahu Sekacau Apa Pikiranku