Peringati Hari Jadi Seni Rupa, Seniman Banyuwangi Gelar Jagong Budaya, Pentas Wayang dengan Dalang Presiden Jancukers

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 17 Desember 2024 | 06:35 WIB
Maestro gandrung Temu Misti ikut hadir dalam jagong budaya. Dia unjuk kebolehan menari gandrung diiringi suaranya yang melengking.
Maestro gandrung Temu Misti ikut hadir dalam jagong budaya. Dia unjuk kebolehan menari gandrung diiringi suaranya yang melengking.


Sementara itu, Bupati Ipuk menyebut bahwa memang ada upaya untuk menjadikan seni sebagai industri. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seni dijadikan produk industri dengan tujuan agar seniman dapat hidup melalui kesenian.


Upaya industrialisasi seni tersebut juga direspon positif oleh Dwi Marhen Yono selaku Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI. Menurut dia, setidaknya ada lima hal yang dicari sekitar 13 juta orang wisatawan berkunjung ke Indonesia. Mulai kuliner, seni dan budaya, event, promo, dan alam yang indah.Baca Juga: Gelar Forum CIP, Insan Pertamina Patra Niaga Sulawesi Ciptakan Banyak Inovasi


“Banyuwangi punya semua itu. Jadi sangat berpotensi menjadi jujugan para wisatawan. Apalagi setelah bertemu travel internasional beberapa waktu lalu, ternyata sebanyak 0,1 persen penduduk dunia mencari wisata berbasis long term. Banyuwangi sangat mungkin menjadi jujugan mereka. Sehingga ini juga bisa menghidupkan seni dan menghidupi seniman,” ujarnya.


Dengan besarnya potensi seni dapat hidup di Banyuwangi dan menghidupi seniman, maka cara pengembangannya pun mesti ditambah. Samsudin Adlawi menyebut, selama ini pembelajaran seni di Banyuwangi masih menggunakan naluri dan metode tradisional.Baca Juga: Adnan Raih KPID Award 2024 Sebagai Kepala Daerah Peduli Lembaga Penyiaran

Padahal, dia membandingkan, beberapa seniman Banyuwangi yang usai menempuh studi di institut kesenian dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan seni di Banyuwangi. ”Oleh karena itu diperlukan adanya institusi pendidikan yang khusus mengkaji perihal kesenian,’’ kata pejabat kelahiran Banyuwangi itu.


Bupati Ipuk juga setuju mengenai hal itu. Menurutnya, meskipun secara alamiah masyarakat Banyuwangi telah memiliki bakat di bidang seni, tetap perlu ada pengembangan melalui institusi pendidikan. “Selama ini sudah ada kampus seni yang datang. Namun tentu masih memerlukan pembahasan lebih lanjut,” ungkap Ipuk.Baca Juga: DPRD Bengkulu Setujui Reperda Pemenuhan Hak Anak Penyandang Disabilitas Jadi Perda


Sementara itu sebagai pihak yang juga berperan menjadi penggerak kesenian, terutama seni lukis, Imam Maskun menyebut bahwa Banyuwangi memiliki pelukis yang melimpah. Bahkan, jumlahnya mendekati angka 300 orang. Menurut Imam, para pelukis di Banyuwangi cerdas, dengan selalu mengkolaborasikan bakat yang dimiliki dengan teknologi yang ada. Sehingga, eksistensinya masih tetap kokoh di zaman serba modern ini. Terlebih, Pemkab selaku pemangku kebijakan juga mendukung.Baca Juga: Telkomsel #SambungkanSenyuman Ajak Pelanggan Tukar Telkomsel Poin untuk Donasi Tas Sekolah Pelajar


“Pemkab peduli kepada para seniman. Memfasilitasi kita dengan berbagai event dan program yang menjadikan Banyuwangi sebagai kota wisata. Selain itu media juga berperan penting untuk menjadi sarana menyiarkan karya kami. Oleh karena itu, dibuatlah lokus baru, yakni Hari Seni Rupa Banyuwangi yang saat ini adalah tahun ketiga,” pungkasnya.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X