Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Sebagai Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pasokan gas bumi di Indonesia.
Upaya yang dilakukan oleh perusahaan ini tidak hanya untuk memastikan pasokan yang stabil, tetapi juga sejalan dengan kebutuhan energi nasional yang masih sangat bergantung pada gas bumi.Baca Juga: Taruna Ikrar Peduli Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Meskipun Indonesia sedang dalam proses transisi menuju penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT), gas bumi tetap menjadi salah satu sumber energi utama yang mendukung konsumsi energi domestik.
Di tengah upaya transisi energi tersebut, PT PGN Tbk juga berperan dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.Baca Juga: Matius, Petani Milenial Merauke Raup Pendapatan 15-20 Juta Per Bulan
Salah satu aspek yang mendukung peran ini adalah pemanfaatan gas bumi yang bersumber dari Liquefied Natural Gas (LNG), yang memberikan fleksibilitas dalam penyediaan energi dengan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan sumber energi fosil lainnya.
Dengan demikian, meskipun gas bumi masih menjadi bagian dari konsumsi energi dalam jangka pendek hingga menengah, PT PGN Tbk berkomitmen untuk terus mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi yang ada, serta berfokus pada pencapaian target energi bersih di masa depan.Baca Juga: 8.909 Guru Tidak Tetap di Jateng Diangkat Jadi PPPK
Puncak pemanfaatan gas bumi di negara berkembang termasuk Indonesia, diperkirakan terjadi pada tahun 2040an. Sebagian besar akan dipenuhi melalui LNG. Selain itu produksi atas gas juga meningkat sesuai dengan discovery mayoritas gas projects yang ada di Indonesia.
“Pertumbuhan pemanfaatan gas bumi akan didukung oleh optimalisasi pasokan gas baik langsung dari sumur produksi maupun melalui moda LNG dalam rangka meningkatkan ketersediaan gas bumi,” ujar jelas Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini, Senin (25/11).Baca Juga: Polda Jateng Bongkar 28 Kasus Pidana Perdagangan Orang, 29 Pelaku Ditangkap
Adapun tren pemanfaatan gas bumi untuk ekspor menurun sejak tahun 2012 berdasarkan data kementerian ESDM. Sedangkan pada posisi pertengahan tahun 2024, kurang lebih 60% gas dimanfaatkan secara domestik.
Kebutuhan yang paling besar adalah kalangan industri dengan rata-rata pemakaian gas sebesar 1.592 BBTUD pada rentang waktu 2020 -2024. Di sisi lain untuk kebutuhan listrik juga sudah dialihkan pemenuhan gasnya menggunakan LNG.Baca Juga: Prabowo Undang Raja Charles Berkunjung ke Indonesia
PGN sebagai badan usaha pemanfaatan gas bumi nasional di Indonesia, mengambil peran dalam kondisi tersebut khususnya dalam menyediakan LNG untuk keperluan domestik.
Penyediaan LNG ini juga bagian dari upaya adaptasi PGN terhadap dinamika lingkungan bisnis yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.Baca Juga: Prabowo Undang Raja Charles Berkunjung ke Indonesia
Ratih mengatakan, pemanfaatan LNG domestik merupakan peluang sekaligus tantangan bagi PGN. Bagaimana PGN dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk menghadapi natural decline gas pipa eksiting.
Keadaan tersebut memerlukan dukungan dari pasokan baru yang handal Kemudian menjadi hal menantang bagi PGN agar mampu menyediakan LNG dan meraih potensi supply LNG domestik yang besar, seperti dari Bontang, Tangguh dan Donggi-Senoro.Baca Juga: Disambut MBZ, Kedatangan Prabowo Dimeriahkan Dentuman Meriam hingga Pasukan Berkuda dan Unta
Artikel Terkait
Wujudkan Keandalan Infrastruktur dan Transformasi Ekonomi Hijau, PGN Lakukan Integrasi Teknologi
Swasembada Energi, SP PGN Siap Dukung Pemanfaatan Gas Bumi Nasional
PGTC 2024 ke Universitas Udayana, PGN dan Perguruan Tinggi Cari Solusi Energi Hijau di Masa Transisi Energi
Sederet Proyek Strategis PGN Perluas Infrastruktur Energi Masa Depan
PGN dan BPH Migas Komitmen Masifkan Pembangunan Jargas Nasional