PGN dan BPH Migas Komitmen Masifkan Pembangunan Jargas Nasional

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 9 November 2024 | 10:37 WIB
Penyerahan cinderamata oleh Anggota Komite BPH Migas Iwan Prasetya Adhi (kiri) kepada Harry Budi Sidharta selaku Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN (kanan) pada pembukaan BPH Migas Goes To Campu
Penyerahan cinderamata oleh Anggota Komite BPH Migas Iwan Prasetya Adhi (kiri) kepada Harry Budi Sidharta selaku Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN (kanan) pada pembukaan BPH Migas Goes To Campu



Semarang, SUARA PEMBARUAN – PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas Pertamina, menunjukkan komitmennya yang kuat untuk mengembangkan jaringan gas (jargas) rumah tangga secara lebih masif.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada gas LPG impor, sekaligus memastikan distribusi gas bumi yang lebih efisien di seluruh Indonesia.Baca Juga: Sederet Proyek Strategis PGN Perluas Infrastruktur Energi Masa Depan

Dalam rangka mendukung hal ini, PGN berfokus pada pembangunan infrastruktur transmisi dan distribusi gas yang lebih luas, agar gas dapat disalurkan dari wilayah dengan kelebihan pasokan, seperti Aceh dan Jawa Timur, ke daerah yang mengalami kelangkaan LPG.

Menurut Iwan Prasetya Adhi, Anggota Komite BPH Migas, saat ini jalur pipa transmisi dari Semarang ke Batang telah selesai dibangun, yang memungkinkan distribusi gas dari berbagai sumber seperti JTB dan Jawa Timur.Baca Juga: Bawaslu Imbau Kades dan Perangkat Desa Bersikap Netral di Pilkada Kaur

Pemerintah berencana untuk memperluas jaringan pipa gas hingga mencakup seluruh Pulau Jawa, yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan LPG, khususnya yang masih bergantung pada impor.

Iwan juga menyampaikan harapannya agar jargas dapat menjangkau rumah tangga di seluruh Pulau Jawa, sehingga masyarakat bisa menikmati gas bumi layaknya menikmati air PDAM.Baca Juga: Gak Takut! Rezky Aditya Siap Jalani Tes DNA Soal Kasus Penelantaran Anak: Intip 3 Fakta Terbaru Usai Dipanggil Polda Metro Jaya

Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada LPG yang sebagian besar masih harus diimpor, yang berisiko menyebabkan defisit fiskal semakin besar.

PGN, melalui Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Harry Budi Sidharta, mengungkapkan peran penting PGN dalam pengembangan jargas.Baca Juga: Pemprov Gelar Bimtek Penyusunan LPPD Diikuti 10 Kabupaten dan Kota di Bengkulu

PGN telah menargetkan penyelesaian 400.000 sambungan rumah (SR) pada tahun 2025, yang merupakan bagian dari program jargas yang sudah dimulai sejak 2021.

Total sambungan rumah yang sudah dibangun dan dikelola oleh PGN hingga saat ini mencapai sekitar 820.000 SR, yang setara dengan sekitar 83.000 ton LPG per tahun.Baca Juga: Paslon Dedy Wahyudi-Roni Tobing Ajak Masyarakat Saksikan Debat Pilwakot Untuk Referensi Milih

Harry juga menyebutkan bahwa hasil survei PGN menunjukkan sekitar 56% masyarakat masih nyaman menggunakan LPG, sementara 17% lainnya terkait dengan harga LPG bersubsidi yang lebih terjangkau.

Ini menjadi tantangan bagi PGN dan pemerintah untuk lebih menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat penggunaan jargas, agar dapat mengalihkan sebagian pengguna LPG bersubsidi ke jargas.Baca Juga: Mentan dan Menteri PU Tandatangani Kesepakatan untuk Percepatan Swasembada Pangan

Kerja sama antara PGN dan BPH Migas selama ini terjalin dengan erat dalam memastikan ketersediaan dan distribusi gas bumi yang merata.

Sinergi ini diharapkan bisa mendukung pengembangan energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.Baca Juga: Mentan dan Menteri PU Tandatangani Kesepakatan untuk Percepatan Swasembada Pangan

Harry menegaskan bahwa PGN berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnis penyaluran gas bumi, yang diyakini akan menjadi solusi energi alternatif yang baik bagi masa depan Indonesia.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X