"Pemanis Pintar" Guna Membantu Para Petani Kopi di Sidamanik Siantar
Medan, SUARAPEMBARUAN - Tim dosen Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) telah melaksanakan pengabdian kepada Masyarakat di Desa Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Koperasi Mitra Sejati Jaya.
Tim ini diketuai oleh Rahmad Dian, S.Kom., M.Kom. dengan judul kegiatan “Pemanis Pintar: Pengering Mekanis Kopi Berbasis ARDUINO UNO”.
Kegiatan ini melibatkan beberapa dosen lainnya yaitu Ratu Mutiara Siregar, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Maisarah, S.Si., M.T. dari Program Studi Teknik Kimia, Budi Mulyara, S.Pi., M.Sc. dari Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dari ITSI, dan beberapa mahasiswa dari ITSI Medan. Selain itu hadir pula Bapak Muhammad Yusuf Dibisono, S.P., M.P. selaku Dekan Fakultas Vokasi ITSI Medan yang ikut mendampingin kegiatan.
Baca Juga: Bandel Sekali saat Kecil, Ahmad Luthfi Sampai Dimasukkan Pondok oleh Orang Tuanya
Kegiatan Pengabdian ini didanai pada tahun pendanaan 2024 pada Program Pengabdian Kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Budayaan, Riset dan Teknologi.
Pada kunjungan ini, tim dosen Institut Teknologi Sawit Indonesia menghibahkan sebuah alat pengering mekanis kopi yang mereka desain sendiri.
Alat pengering mekanis kopi ini didesain sederhana menggunakan kerangka dari besi yang ditutupi oleh plastik UV dengan dilengkapi heater, blower dan processor Arduino Uno. Alat ini menggunakan sensor DHT sehingga dapat mengukur suhu dan kelembaban dari biji kopi.
Baca Juga: Pemkot Semarang dan BRIN Siap Jadikan Semarang Pionir Budidaya Pangan Berkelanjutan
Alat Pemanis Pintar (Pengering Mekanis Kopi berbasis Arduino UNO)
Alat pengering mekanis kopi ini dibuat menggunakan teknologi Arduino Uno untuk memudahkan para petani kopi dalam mempercepat proses pengeringan kopi. Dalam proses pengolahan buah kopi memerlukan waktu yang cukup lama terutama dalam proses pengeringan biji kopi.
Biasanya para petani mengeringkan biji kopi dengan bantuan sinar matahari secara langsung. Namun cara pengeringan ini dinilai masih kurang efisien terutama dalam waktu pengeringan dan penjagaan mutu kopi. Hal ini disebabkan oleh kondisi panas matahari yang dapat berubah-ubah dan sangat mempengaruhi proses pengeringan biji kopi.
Dengan adanya alat pengering mekanis ini diharapkan dapat memangkas waktu pengeringan biji kopi yang awalnya membutuhkan waktu sekitar 5-7 hari untuk kering sekarang dengan menggunakan alat pengering mekanis ini hanya membutuhkan waktu 2 x 24 jam untuk kering.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Event Gelora Muda Bakal Meriahkan Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Semarang
Artikel Terkait
Hadiri Rapat Konsolidasi Tertutup, Megawati Serukan Menangkan Calon yang Diusung dalam Pilkada Jateng
Ada Gambar Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Bak Truk Menarik Perhatian Warga
Bandel Sekali saat Kecil, Ahmad Luthfi Sampai Dimasukkan Pondok oleh Orang Tuanya
Kiai NU Jateng Siap Mobilisasi Dukungan untuk Kemenangan Luthfi-Yasin
Kiai Khos se-Jateng Satu Suara Dukung Luthfi-Yasin
Yophi Prabowo - Lukman Hakim Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Berkampanye di Tempat Ibadah
Mahfud Puji Ketegasan Menteri Amran Mencopot Anak Buah Penerima Suap
Aparat Penegak Hukum dan KPU Gelar Simulasi Pilgub Bengkulu Damai
Deklarasi Dukungan 115 Kelompok Relawan Cetak Rekor Leprid, Agustin -Iswar Optimistis Menang Pilwakot Semarang 2024
Polda Siap Amankan Debat Pertama Cagub dan Cawagub Jateng 30 Oktober Mendatang