Semarang, SUARA PEMBARUAN - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut jika Kota Semarang memiliki potensi lahan persawahan yang cukup luas, khususnya di Kecamatan Tugu, dengan total sekitar 400 hektare.
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen untuk mengoptimalkan lahan ini melalui penanaman varietas padi unggul, yaitu padi Biosalin.Baca Juga: Pemkot Semarang Bersiap Gelar Semarang 10K 2024
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita bersama Wakil Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Amarullah Octavian dan Kelompok Tani Sumber Rejeki melakukan panen padi Biosalin 1 dan 2, Sabtu (26/10).
Dalam acara panen padi Biosalin yang diadakan di lahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Mbak Ita menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemkot Semarang dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).Baca Juga: Polda Siap Amankan Debat Pertama Cagub dan Cawagub Jateng 30 Oktober Mendatang
"Dengan penerapan budidaya padi Biosalin yang tahan terhadap salinitas tinggi, kami berharap dapat memanfaatkan lahan yang saat ini tidak terpakai," ungkapnya.
Mbak Ita menambahkan bahwa di Kota Semarang terdapat 1.600 hektare sawah yang dapat dikembangkan. “Demplot padi Biosalin yang kami panen ini akan dijadikan benih. Universitas Diponegoro (Undip) juga akan melakukan uji coba di lahan mereka untuk ditanam di Jepara, dengan harapan menghasilkan sekitar 15 hektare benih yang berkualitas,” terangnya.Baca Juga: Deklarasi Dukungan 115 Kelompok Relawan Cetak Rekor Leprid, Agustin -Iswar Optimistis Menang Pilwakot Semarang 2024
"Alhamdulillah, Undip juga mendukung inovasi kami melalui sistem desalinasi, yang mengolah air laut menjadi air bersih untuk kebutuhan pertanian dan minum bagi masyarakat," lanjut Mbak Ita.
Selain itu, Pemkot Semarang berkomitmen untuk mendukung petani dengan penyediaan mesin perontok gabah yang menggunakan bahan bakar petrasol, hasil riset dari BRIN yang memanfaatkan limbah plastik.Baca Juga: Aparat Penegak Hukum dan KPU Gelar Simulasi Pilgub Bengkulu Damai
"Kami ingin memastikan petani di pesisir bisa mendapatkan kesejahteraan dari hasil pertanian yang mereka lakukan," imbuhnya.
Keunggulan padi Biosalin sendiri terletak pada produksinya yang tinggi, mampu menghasilkan 6,75 ton per hektare, yang berarti lebih tinggi dari rata-rata produksi nasional. "Program ini diarahkan untuk meningkatkan hasil pertanian di pesisir," tambahnya.Baca Juga: Mahfud Puji Ketegasan Menteri Amran Mencopot Anak Buah Penerima Suap
Wakil Kepala BRIN, Amarullah Octavian, menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendampingi program penanaman padi Biosalin di kawasan lahan pesisir. "Kami mendukung penelitian tentang penanaman padi di atas laut, dengan tujuan untuk meningkatkan kadar nutrisi padi dan mengurangi stunting di masyarakat," ujarnya.Baca Juga: Kiai Khos se-Jateng Satu Suara Dukung Luthfi-Yasin
Amarullah juga menyebutkan bahwa BRIN akan menyiapkan teknologi penyimpanan untuk hasil padi, sehingga petani dapat mengantisipasi fluktuasi harga saat panen raya.
“Kami berharap semua upaya ini dapat memberikan keuntungan bagi petani dan memperkuat sektor pertanian di Semarang,” jelasnya.Baca Juga: Yophi Prabowo - Lukman Hakim Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Berkampanye di Tempat Ibadah
Dengan inisiatif ini, Pemkot Semarang dan BRIN berupaya untuk menjadikan Kota Semarang sebagai pionir dalam budidaya pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, demi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.*
Artikel Terkait
Hebat, Mbak Ita Berhasil Raih Dua Penghargaan Bidang Ketahanan Pangan
Keren, Kota Semarang Kembali Raih Penghargaan Tingkat Nasional Bidang Ketahanan Pangan
Sejahterakan Petani, Ahmad Luthfi Hapus Kartu Tani dan Bangun Lumbung Pangan Desa
Bertemu Petani Hutan Sosial, Ahmad Luthfi: Mereka Ini Pahlawan Pangan
Jawa Timur Penuhi Kebutuhan Pangan 16 Provinsi di Indonesia
Mbak Ita Raih Penghargaan Bappenas Atas Komitmen Terhadap Pengelolaan Sisa Pangan