Kepala Dusun Jurang Geger, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Mochamad Arifin mengatakan, warganya kesulitan menjual hasil tanamam pertanian mereka. Warga harus menempuh jalan alternatif dengan jarak 13 kilometer.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bergerak cepat membangun kembali jembatan yang putus. Jembatan tersebut kemudian diresmikan penggunaannya, pada 23 September 2023. Namun pada 18 April 2024 jembatan kembali terputus setelah diterjang lahar dingin Semeru.
Penjabat Gubernur Jatim, Adhy Karyono prihatin, terhadap bencana yang menimpa penduduk setempat. Terlebih lagi kerusakan jembatan yang sebelumnya sudah diperbaiki juga di luar dugaan, karena kembali terdampak.
Kini, pembangunan kembali Jembatan Baily Kali Mujur II sudah selesai dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp 1,7 miliar yang menjadi tanggungan Pemprov Jatim. Jembatan Baily sepanjang 62 meter, tinggi dua meter dan untuk nornalisasi sepanjang 362 meter dengan volume 3.169 meter kubik, sudah bisa dilalui kendaraan secara normal.
Menyadari betapa susahnya terputusnya Jembatan Kali Mujur, warga sekitar membuat peraturan. Truk-truk pengangkut pasir 10 ton ke atas, dilarang melintas jembatan. Pasir Semeru dinilai terbaik dibanding jenis pasir lainnya.
Letusan Semeru berdasarkan Siaran Pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 4 Desember 2021 disebutkan, letusan Semeru umumnya bertipe vulhanian dan strombolian berupa penghancuran kubah atau lidah lava.
Hal tersebut mengakibatkan pembentukan awan panas guguran, yang merupakan karakteristik dari Gunung Semeru.
Aktivitas Semeru saat ini, terdapat di Kawah Jonggring Seloko, terletak di sebelah tenggara puncak Mahameru, yang terbentuk sejak Tahun 1913.
Mengingat Semeru, merupakan gunung aktif, diharapkan masyarakat yang bermukim di seputar gunung senantiasa waspada.
(SPnews/Teguh LR)
Artikel Terkait
Pembangunan Huntara Warga Terdampak Erupsi Semeru Rampung
Wapres Kunjungi Rumah Pengungsi Semeru
Bencana Gunung Semeru Kolom Erupsi 500 Meter