Para penerima manfaat huntap berasal dari daerah yang telah ditetapkan sebagai zona merah, meliputi Dusun Kajar Kuning, Kamarkajang, Kebundeli Utara dan Dusun Kebundeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Kemudian Dusun Sumbersari, Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Selanjutnya menyusul baru ditetapkan sebagai zona merah, masing-masing Desa Jugosari dan Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro.
Secara umum, meskipun penghuni huntap menyatakan senang menjalani kehidupan baru di zona aman. Tetapi prihatin, karena pendapatan mereka jauh berkurang, disebabkan minimnya lapangan pekerjaan.
Faktor itu, mendorong penerima manfaat hunian banyak yang melakukan kegiatan menambang pasir di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo dan Desa Kamar Kajang dan Kampung Renteng, Kecamatan Sumberwuluh.
Lokasi tersebut merupakan tempat penambangan pasir terbesar, yang dihasilkan Semeru, gunung tertinggi ketiga di Indonesia, setelah Kerinci dan Gunung Rinjani. Ketinggian Semeru 3.676 di atas permukaan laut.
“Dulu dari rumah, menuju penambangan, cukup jalan kaki. Tetapi sekarang dari huntap harus naik sepeda motor, karena berjarak 10 kilometer,” kata Agus Rochman, penghuni huntap.
Mereka rela patungan membeli bahan bakar minyak (BBM), bahkan berboncengan tiga orang. Pendapatan menambang pasir tidak seberapa. Rata-rata Rp 140.000 – Rp 150.000 per hari per orang. Dengan penghasilan sebesar itu terpaksa harus dijalani, karena minimnya lapangan pekerjaan di sekitar huntap.
Warga lainnya, Samsudin bersyukur bisa menghuni huntap. Ia, menggambarkan, dulu di rumah asal lahan pertanian miliknya cukup luas, 1,5 hektare.
Rumah dan lahan asal yang dimiliki saat itu, sudah lenyap teraapu APG Semeru. Kini Samsudin dan keluarganya merasakaan sempit tinggal di huntap tipe 36 ini.
Putus Dua Kali
Gunung Semeru dalam empat tahun terakhir, tidak hanya memuntahkan awan panas guguran yang terjadi 4 Desember 2021. Tetapi pada 17 Juli 2023 dan 18 April 2024 memunculkan lahar dingin.
Batu-batu besar disertai pasir Semeru, tiba-tiba datang bergelundungan dari atas ke arah aliran lahar dan daerah aluran sungai
Deras dan melimpahnya lahar dingin tadi, menyebabkan daerah aliran lahar dan sungai penuh dengan material Semeru, bahkan sampai meluap ke luar aliran lahar dan sungai.
Jembatan Kali Mujur II Kloposawit, terputus diterjang lahar dingin. Keberadaan jembatan itu amat vital, menghubungkan dua kecamatan, masing-masing Kecamatan Candipuro dan Tempeh. Bahkan merupakan alternatif cepat menuju Kabupaten Malang atau arah sebaliknya.
Putusnya jembatan Kali Mujur II menyebabkan laju perekonomian dan perdagangan terganggu. Dua korban meninggal dalam musibah tersebut.
Artikel Terkait
Pembangunan Huntara Warga Terdampak Erupsi Semeru Rampung
Wapres Kunjungi Rumah Pengungsi Semeru
Bencana Gunung Semeru Kolom Erupsi 500 Meter