Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RS Sardjito Diresmikan Presiden

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Rabu, 28 Agustus 2024 | 18:36 WIB
Presiden RI Joko Widodo meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit  Sardjito Yogyakarta. (Ist)
Presiden RI Joko Widodo meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. (Ist)

Yogyakarta, suarapembaruan.news – Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit (RS) Sardjito Yogyakarta pada Rabu (28/08/2024) mulai beroperasional usai diresmikan Presiden RI Joko Widodo.

Presiden Jokowi didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengapresiasi pembangunan gedung yankes ibu dan anak di RS Sardjito Yogyakarta yang diharapkan bisa menjadi contoh manajemen rumah sakit yang dikendalikan secara digital.

Prevalensi kematian ibu dan anak di Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara -negara di Asia Tenggara, Presiden pun menyebutkan data bahwa kematian

ibu di Indonesia berada di ranking ke-9 dari 10 negara di ASEAN sedang kematian anak itu ranking ke-7 dari 10 negara di ASEAN. “Artinya sangat tinggi sekali sehingga saya mengapresiasi pembangunan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dari RS Sardjito. Delapan lantai, menghabiskan anggaran Rp267 miliar gedungnya dan peralatannya Rp 240 miliar, plus untuk persiapan SDM Rp 50 miliar," tutur Presiden Jokowi.

Presiden mengaku sangat terkesan melihat semua peralatan sangat modern, digital dan sangat modern saat memasuki gedung yankes khusus tersebut. Menurutnya gedung yankes ibu dan anak ini akan menjadi contoh bagaimana manajemen sebuah rumah sakit yang dikendalikan dan semuanya digital.

"Tidak seperti rumah sakit, seperti masuk hotel bintang lima. Bapak, Ibu enggak percaya, nanti silakan masuk, melihat sendiri. Saya kaget. Kita harapkan dengan pembangunan rumah sakit ini, pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak semakin baik sehingga kematian keduanya bisa kita kurangi dan minimalis sekecil mungkin," tandasnya.

Ditambahkan, akan ada 12 rumah sakit yang segera diresmikan dengan standar pelayanan ibu dan anak dari RS Sardjito Yogyakarta ini. "Kemenkes telah mengirim banyak peralatan kesehatan modern seperti MRI dan sebagainya ke RSUD di provinsi maupun di Kabupaten/Kota dalam dua tahun terakhir ini. Jika fasilitas-fasilitas kesehatan bisa ditingkatkan seperti itu, saya kra tidak hanya stunting dan sebagainya, semua bisa dikurangi," ungkap Presiden Jokowi.

Sementara itu,  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan laporan mengatakan, bahwa gedung delapan lantai tersebut dibangun dengan pinjaman dari The Islamic Development Bank (IsDB).. Rinciannya Rp 260 miliaran untuk bangunan, Rp 249 miliar untuk alat dan untuk pengembangan SDM Rp 50 miliar. Jadi setiap paket pembangunan ada alokasi dana untuk pengembangan SDM.

" Gedung ini 253 kamar. Jadi begitu dikasih 253 kamar saya sebagai bankir targetnya naik Rp 253 miliar setahun karena harusnya satu kamar bisa menghasilkan Rp 1 miliar per tahun. Ini merupakan satu dari 12 rumah sakit yang dibangun sesudah pandemi terkontrol di zamannya Pak Jokowi. Kami mohon doa restunya supaya rumah sakit dan pelayanan makin bagus," papar Menkes Budi Gunadi.

Diketahui, RS Sardjito menjadi salah satu dari 6 RS Vertikal yang diusulkan Kemenkes untuk memperoleh Pinjaman Luar Negeri (PLN) dari IsDB. Pembangunan gedung pelayanan ibu dan anak telah dimulai sejak 2022 dan merupakan bagian dari proyek "The Strengthening of National Referral Hospitals and Vertical Technical Units" dengan anggaran senilai Rp 500 miliar.

Gedung ini mengusung konsep green building dengan mengoptimalkan energi listrik, lahan hijau, pemanfaatan air limbah, dan lain-lain. Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RS Sardjito merupakan implementasi dari transformasi layanan rujukan Kemenkes melalui upaya peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang terintegrasi.

Sementara berdasar keterangan tertulis Humas RS Sardjito, Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak diharapkan dapat menguatkan sistem rujukan melalui optimalisasi peran RS Unit Pelaksana Teknis Vertikal dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan anak.

Hal tersebut merupakan Sasaran Strategis RPJMN dan Renstra Kementerian Kesehatan 2020-2024 sekaligus target SDGs 2030 baik dalam lingkup nasional maupun lingkup Provinsi DIY dan sekitarnya.

Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RS Sardjito ini dibangun dengan luas bangunan 22.694 meter persegi, terdiri dari 7 lantai dan 1 lantai lower ground, serta terdiri dari Ruang Rawat Inap 140 Tempat Tidur dan Intensive Care sebanyak 130 Tempat Tidur. Gedung ini mengusung konsep green building dengan mengoptimalkan energi listrik, lahan hijau, pemanfaatan air limbah, dan lain-lain.

Halaman:

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X