Pengolah Sampah Terpadu Banyumas Jadi Prioritas Nasional, Presiden Prabowo Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2–3 Tahun

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Rabu, 29 April 2026 | 13:01 WIB
Kunjungan Presiden di TPST BLE Banyumas Jateng. Ist
Kunjungan Presiden di TPST BLE Banyumas Jateng. Ist

 

Banyumas, SUARA PEMBARUAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara tegas menyatakan bahwa model pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE) Banyumas, Jawa Tengah, layak dijadikan prioritas nasional. Menurutnya, sistem ini dinilai efektif, sederhana, mengandalkan produk lokal, serta mampu mengintegrasikan peran aktif masyarakat dari hulu ke hilir.

Dalam kunjungan kerjanya ke TPST BLE Banyumas pada Selasa (28/4), Presiden Prabowo mengapresiasi terobosan Pemerintah Kabupaten Banyumas yang dinilai berhasil menciptakan ekosistem pengolahan sampah secara menyeluruh. Sistem yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pemrosesan akhir, tetapi juga melibatkan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga, pengangkutan terpisah, hingga pengolahan di pusat yang menggunakan teknologi sederhana namun efektif. Teknologi yang digunakan sebagian besar merupakan rakitan lokal, sehingga mudah diadopsi oleh daerah lain tanpa ketergantungan pada impor mesin mahal.

"Saya sangat terkesan dan saya berterima kasih, Pak Bupati dan Kepala Dinas. Ini suatu terobosan inisiatif yang sangat baik. Kita lakukan istilahnya pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tapi efektif, sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten," jelas Presiden.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa sistem TPST BLE Banyumas mampu mengubah paradigma lama tentang sampah sebagai masalah menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Melalui proses pengomposan, daur ulang, dan pengolahan residu yang terintegrasi, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara drastis. Bahkan, target Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mencapai *zero sampah* pada tahun 2028 dinilai sangat realistis dan patut dicontoh.

Serapan tenaga kerja cukup banyak

Menurut Presiden, pengelolaan sampah kini bukan lagi sekadar urusan daerah, melainkan salah satu prioritas nasional. Ia menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan persoalan sampah di seluruh Indonesia harus mulai terkendali. Dukungan penuh dari pemerintah pusat akan diberikan dalam bentuk pendanaan, pendampingan teknis, hingga insentif bagi daerah yang mengadopsi model serupa.

"Semua kita kembangkan. Sampah, pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua tiga tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia ya," tegas Prabowo di lokasi TPST BLE Banyumas.

Lebih lanjut, Presiden menyatakan bahwa keberhasilan Banyumas ini telah menarik perhatian tidak hanya dari berbagai provinsi dan kabupaten di Indonesia, tetapi juga dari negara lain yang mulai melirik model pengolahan berbasis lingkungan dan edukasi tersebut. Dukungan dari pusat akan mencakup bantuan teknis, optimalisasi sistem pengangkutan, hingga pembangunan fasilitas pengolahan lanjutan di sejumlah daerah prioritas.

"Jadi ini saya kira sangat efektif ya, menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini," lanjut Presiden.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, sistem pengolahan sampah terpadu ala Banyumas diharapkan dapat direplikasi secara masif. Langkah ini sekaligus menjawab tantangan darurat sampah yang selama ini menghantui kota-kota besar di Indonesia. Presiden optimistis bahwa dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun, penanganan sampah secara nasional akan menunjukkan hasil yang signifikan, asalkan setiap daerah berkomitmen menerapkan sistem terintegrasi yang telah terbukti efektif seperti di Banyumas.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X