Festival ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Daerah DIY, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sebagai penyelenggaraan perdana, evaluasi akan terus dilakukan untuk penyempurnaan di masa mendatang.
Prambanan Shiva Festival 2025 bukanlah sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah tonggak baru dalam pengelolaan warisan budaya yang berbasis kolaborasi. Di tengah derasnya arus modernitas, Prambanan kembali diteguhkan sebagai ruang suci yang hidup—menjalin spiritualitas, kebudayaan, dan pariwisata dalam satu tarikan napas kebangsaan.
Artikel Terkait
Cegah Kelangkaan Selama Ramadan, Disdag Bengkulu Utara Perketat Penyaluran Gas Elpiji 3 Kg
Borobudur–Prambanan Semarakkan Imlek 2577, Perpaduan Tradisi Tionghoa dan Pesona Warisan Dunia
Kokam DIY Konsolidasikan Kekuatan, Tegaskan Perlawanan terhadap Miras Ilegal dan Premanisme
DPD RI Soroti Pengawasan Program MBG Jelang Ramadan