Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun ini menghadirkan nuansa berbeda. Dua situs warisan dunia, Candi Borobudur dan Candi Prambanan, kembali dipilih sebagai pusat kemeriahan perayaan melalui program #ImlekdiCandi yang digagas oleh InJourney Destination Management.
Mengusung semangat Tahun Kuda Api, rangkaian acara tidak sekadar dirancang sebagai hiburan pergantian tahun, tetapi juga menjadi wadah perjumpaan budaya. Direktur Komersial InJourney, Gistang Panutur, menyampaikan bahwa perayaan ini diharapkan memberi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi setiap pengunjung, baik keluarga maupun wisatawan individu. Ia menekankan pentingnya menjadikan Imlek sebagai momentum mempererat akulturasi budaya di ruang publik yang sarat nilai sejarah.
Baca Juga: Paus Leo XIV Tunjuk Suster Nina Krapic Jadi Wakil Direktur Kantor Pers Vatikan
Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026. Atraksi Barongsai dan Liong akan memeriahkan kedua kawasan candi. Di Prambanan, pertunjukan digelar oleh Paguyuban Naga Winongo, sedangkan di Borobudur tampil Panbers Jogja. Iringan tabuhan drum dan simbal yang khas dipercaya membawa keberuntungan serta menghalau energi negatif, selaras dengan makna awal tahun yang penuh harapan.
Selain pertunjukan seni, panitia menghadirkan instalasi Wishing Wall yang memungkinkan pengunjung menuliskan doa dan harapan pada kartu khusus. Kartu-kartu tersebut kemudian ditempelkan di dinding instalasi sebagai simbol aspirasi akan kesehatan, kebahagiaan, cinta, dan rezeki. Konsep ini dinilai sejalan dengan karakter candi sebagai ruang refleksi dan spiritualitas.
Kemeriahan juga diperkuat dengan program interaktif bagi wisatawan. Pengunjung yang membeli tiket lebih awal pada 5–11 Februari 2026 berkesempatan mengikuti aktivitas memetik angpao di pohon keberuntungan. Sementara itu, akun Instagram @PrambananPark membuka sesi tarot reading bersama Christina Merabella. Sepuluh peserta dengan komentar terbanyak akan memperoleh kesempatan mengikuti pembacaan tarot secara langsung di kawasan Prambanan pada hari puncak perayaan.
Tak ketinggalan, promo khusus turut ditawarkan bagi penikmat panorama matahari terbit dan terbenam di puncak Borobudur. Dengan harga Rp350.000, wisatawan dapat menikmati pengalaman tersebut pada 14–17 Februari 2026, menghadirkan sensasi spiritual sekaligus lanskap alam yang memikat.
Baca Juga: Cegah Kelangkaan Selama Ramadan, Disdag Bengkulu Utara Perketat Penyaluran Gas Elpiji 3 Kg
Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa Borobudur dan Prambanan bukan hanya destinasi wisata sejarah, melainkan juga ruang temu lintas tradisi. Imlek 2577 di kawasan candi diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan semangat keberagaman, menghadirkan optimisme baru di awal tahun.
Artikel Terkait
Damai di Stasiun Klaten, Ojol dan Opang Sepakat Aturan Baru
Sidang Korupsi Dana Hibah Sleman: Saksi Ungkap Arahan Bupati untuk "Sukseskan Pilkada" via Pokmas dan Pesan WA dari Anak Bupati
Polri Nonaktifkan Sementara Kapolres Sleman Terkait Penanganan Kasus Hogi Minaya
Selama Ramadan Jam Kerja ASN Pemprov Bengkulu Dikurangi
Cegah Kelangkaan Selama Ramadan, Disdag Bengkulu Utara Perketat Penyaluran Gas Elpiji 3 Kg