Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Indonesia Financial Group (IFG), bagian dari Danantara Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap program literasi asuransi yang diinisiasi Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI).Baca Juga: IHSG Anjlok Usai MSCI, Alarm Keras Tata Kelola Bursa Indonesia
Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan risiko nasional sekaligus meningkatkan pemahaman publik bahwa asuransi adalah instrumen penting dalam mitigasi risiko.
Forum literasi yang digelar di Jakarta pada 29 Januari 2026 tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan risiko bencana secara terstruktur, seiring meningkatnya ancaman risiko geologi dan hidrometeorologi.Baca Juga: OJK Tunjuk ADK Pengganti, Pastikan Pengawasan Keuangan Tetap Ngebut
Kegiatan ini menjadi wadah dialog lintas pemangku kepentingan untuk mencari solusi bersama dalam menekan protection gap di Indonesia. Dukungan juga datang dari sejumlah anggota holding IFG, seperti Jasindo, Jasa Raharja Putera, dan Askrindo.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan literasi asuransi merupakan fondasi ketahanan ekonomi.Baca Juga: Empat Warga Bengkulu Korban Penipuan di Kamboja Segera Dipulangkan
Menurutnya, asuransi harus dipahami sebagai kebutuhan sadar masyarakat dalam mengelola risiko, bukan sekadar produk komersial. Prinsip ini sejalan dengan komitmen IFG dalam memberikan perlindungan yang relevan dan berdampak nyata.
Ketua Umum KUPASI, Azuarini Diah Parwati, mengapresiasi dukungan IFG dan berharap kolaborasi ini berkelanjutan.Baca Juga: Hadirkan Ustadz Ucay, Tabligh Akbar di Balai Raya Semarak Bengkulu Dihadiri Ribuan Masyarakat
Ia menilai keterlibatan IFG mencerminkan kesadaran industri bahwa penguatan literasi asuransi adalah agenda bersama untuk membangun pemahaman manajemen risiko jangka panjang.
Peran industri asuransi dalam mitigasi risiko juga terlihat dari langkah operasional anggota holding IFG. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), sebagai Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (ABMN), memastikan perlindungan aset negara tetap berjalan di tengah bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Baca Juga: Wzone Gym Studio Rayakan 2 Tahun Perjalanan sebagai Gym Khusus Perempuan
Dalam sepekan terakhir, tercatat 2.578 objek di 43 kabupaten/kota berpotensi terdampak dengan nilai pertanggungan sekitar Rp3,78 triliun.
Sebagai negara rawan bencana, Indonesia membutuhkan penguatan skema pembiayaan risiko melalui asuransi agar pemulihan pascabencana lebih cepat dan stabilitas ekonomi tetap terjaga.Baca Juga: Siham Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Kuliah
Melalui kolaborasi literasi ini, IFG mendorong terbentuknya ekosistem asuransi yang inklusif, sehat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional.*
Artikel Terkait
Dirut GoTo Patrick Walujo Janjikan Santunan, Asuransi, dan Pendampingan untuk Keluarga Driver Gojek yang Meninggal
Dilantik Jadi Ketua LPS, Anggito Abimanyu Siap Jalankan Mandat Baru Penjaminan Asuransi
IFG dan Bahana TCW Dorong Transformasi Tata Kelola Investasi Asuransi Lewat CFO Forum AAUI 2025
OJK Tuntaskan Kasus Penggelapan Premi Asuransi Rp7 Miliar, Dua Direktur Broker Resmi Diserahkan ke Jaksa
IFG Dorong Literasi Asuransi untuk Perkuat Ketahanan Risiko Nasional