IFG Dorong Literasi Asuransi untuk Perkuat Ketahanan Risiko Nasional

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 30 Januari 2026 | 10:30 WIB
Forum literasi asuransi yang digelar di Jakarta pada 29 Januari 2026 tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan risiko bencana secara terstruktur, seiring meningkatnya ancaman risiko geologi. (IFG)
Forum literasi asuransi yang digelar di Jakarta pada 29 Januari 2026 tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan risiko bencana secara terstruktur, seiring meningkatnya ancaman risiko geologi. (IFG)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN  — Indonesia Financial Group (IFG), bagian dari Danantara Indonesia, mempertegas komitmennya dalam memperkuat ketahanan risiko nasional dengan mendukung program literasi asuransi yang diinisiasi Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI). Langkah ini menegaskan posisi strategis IFG dan seluruh anggota holding dalam membangun kesadaran publik bahwa asuransi merupakan instrumen keuangan krusial dalam mitigasi risiko.

Forum literasi asuransi yang digelar di Jakarta pada 29 Januari 2026 tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan risiko bencana secara terstruktur, seiring meningkatnya ancaman risiko geologi dan hidrometeorologi. Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi lintas pemangku kepentingan guna mempersempit kesenjangan perlindungan (protection gap) di Indonesia. Sejumlah anggota holding IFG seperti Jasindo, Jasa Raharja Putera, dan Askrindo turut ambil bagian dalam mendukung agenda tersebut.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa literasi asuransi merupakan fondasi utama ketahanan ekonomi nasional. Menurutnya, asuransi harus dipahami sebagai kebutuhan mitigasi risiko yang dipilih secara sadar oleh masyarakat, bukan sekadar produk komersial. Hal ini selaras dengan komitmen IFG untuk Melayani Sepenuh Hati melalui perlindungan yang relevan dan memberikan dampak nyata.

Sementara itu, Ketua Umum KUPASI, Azuarini Diah Parwati, mengapresiasi dukungan IFG dan mendorong terbangunnya kolaborasi jangka panjang. Ia menilai keterlibatan IFG dan anak usaha mencerminkan keseriusan industri dalam menjadikan literasi asuransi sebagai agenda bersama untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang manajemen risiko berkelanjutan.

Kontribusi industri asuransi dalam mitigasi risiko juga tercermin dari langkah operasional anggota holding IFG. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), sebagai Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (ABMN), memastikan perlindungan aset negara tetap berjalan di tengah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam sepekan terakhir, rangkaian bencana tersebut berpotensi berdampak pada ribuan aset negara. Data awal Konsorsium ABMN mencatat sebanyak 2.578 objek di 43 kabupaten/kota berpotensi terdampak dengan nilai pertanggungan mencapai sekitar Rp3,78 triliun. Angka ini menegaskan peran vital skema asuransi dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan aset publik.

Sebagai negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, Indonesia menghadapi risiko sosial dan ekonomi yang signifikan. Penguatan pembiayaan risiko melalui asuransi dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Melalui kolaborasi literasi ini, IFG mendorong terbangunnya ekosistem asuransi yang lebih inklusif, sehat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sebagai bagian dari penguatan fondasi ketahanan nasional jangka panjang.

 

 

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X