Smartwatch Kopilot ATR Jatuh Terekam Bergerak, Keluarga Berharap Keajaiban di Gunung Bulusaraung

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 20 Januari 2026 | 06:43 WIB
Upaya pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. (Instagram/kantorsar_makassar)
Upaya pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. (Instagram/kantorsar_makassar)


Pangkep, SUARA PEMBARUAN - Di tengah operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, perhatian publik tersedot pada pengakuan keluarga Kopilot Farhan Gunawan.Baca Juga: PGN Tuntaskan Satgas Nataru 2025–2026, Pasokan Gas Aman dan Kinerja Operasional Meningkat

Mereka mengklaim smartwatch milik Farhan masih merekam aktivitas langkah kaki usai pesawat dinyatakan jatuh.

Pengakuan tersebut disampaikan Pitri Keandedes Hasibuan, kerabat Farhan, melalui unggahan media sosial.Baca Juga: Ketua Adat Lapago Kota Jayapura Peringatkan TPN-OPM Agar Tidak Libatkan Warga Sipil

Ia menyebut ponsel Farhan telah ditemukan di hutan dan kini berada di tangan adiknya yang juga merupakan kekasih Farhan. Ponsel tersebut masih terhubung dengan smartwatch milik Farhan.

Menurut Pitri, data di smartwatch menunjukkan adanya pergerakan langkah kaki sejak pukul 06.00 WITA hingga malam hari, dengan jumlah langkah yang terus bertambah.Baca Juga: Walikota Madiun Dr. Maidi Ditangkap Operasi Senyap KPK, Ratusan Juta Diamankan

Temuan ini menumbuhkan harapan keluarga bahwa Farhan masih dalam kondisi bertahan dan membutuhkan pertolongan.

Ia pun memohon agar pencarian diperluas dengan penambahan personel serta dukungan sarana udara.Baca Juga: Ditemukan Lagi Satu Jenazah Perempuan Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulu Saraung

Pitri berharap proses evakuasi dimaksimalkan mengingat Farhan diduga telah memberikan “tanda-tanda kehidupan” melalui perangkat yang masih aktif.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa tim SAR tetap fokus melakukan pencarian dan evakuasi korban.Baca Juga: DVI Polda Jateng Ambil DNA Keluarga Korban Jatuhnya ATR 42-500

Lebih dari 1.200 personel telah dikerahkan di kawasan Gunung Bulusaraung untuk memanfaatkan masa golden time atau periode krusial 72 jam pertama.

Syafii mengakui pencarian sempat terkendala cuaca buruk dan medan ekstrem, sehingga proses evakuasi korban yang telah ditemukan belum dapat dilakukan secara optimal.Baca Juga: Bank Raya Terus Optimalisasi Program Loyalitas Pelanggan Lewat Giat Inklusi Keuangan Digital di Masyarakat

Meski demikian, upaya pencarian terus dikejar dengan dukungan darat dan udara sesuai kondisi yang memungkinkan.

Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar milik Indonesia Air Transport (IAT) sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026.Baca Juga: Darmawangsyah : Kuatkan Disiplin di Hari Kesadaran Nasional

Serpihan pesawat kemudian ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X