Dirjen Perhubungan Udara Tanggapi Informasi Loss Contact Pesawat ATR 42-500 PK-THT

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:46 WIB
Pesawat jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT diduga hilang kontak disekitrar kawasan Gunung Bulusaraung, Maros, setelah sebelumnya posisi jalur pesawat dikoreksi ATC. (Ist)
Pesawat jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT diduga hilang kontak disekitrar kawasan Gunung Bulusaraung, Maros, setelah sebelumnya posisi jalur pesawat dikoreksi ATC. (Ist)

Komunikasi Putus setelah ATC Koreksi Posisi Pesawat

JAKARTA - SUARA PEMBARUAN - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan awal, Sabtu, 17 Januari 2026, terkait hilangnya kontak (loss contact) pesawat udara jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), pemegang AOC 034.

Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611, itu melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa dalam siaran persnya yang disampaikan  Kepala Bagian Humas dan Umum Dirjen Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari menyampaikan bahwa berdasarkan informasi kronologis terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. 

Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur.

Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact).

Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. 

AirNav Indonesia Cabang MATSC segera melakukan koordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan.

Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.

Target Pencarian

Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi.

Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA.

AirNav Indonesia saat ini juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue).

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X