Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan akan menyalurkan alat rontgen ke Kabupaten Gowa guna mendukung deteksi dini TB dan penyakit lainnya. Dari total 2.015 kasus TB yang terdiagnosis pada 2025, para kader diharapkan dapat melakukan penjangkauan pasien secara 100 persen.
“Begitu peralatan dikirim, segera lakukan pemetaan penggunaan rontgen. Tidak hanya untuk TB, tetapi juga mendeteksi penyakit lain. Pemeriksaan juga harus mencakup keluarga pasien karena TB adalah penyakit menular,” tegasnya.
Wamenkes RI menambahkan, penanganan TB dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan Kementerian Dalam Negeri, serta dukungan TNI dan Polri, sebagaimana keberhasilan penanganan Covid-19 sebelumnya.
“Kami hadir untuk melakukan sosialisasi program. Peralatan akan masuk secara bertahap, sebagian bahkan sudah bisa masuk besok, dan ditargetkan lengkap hingga Juni. Program TB ini memiliki anggaran yang harus dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Turut hadir pada penerimaan kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Evi Mustikawati Arifin, Kadis Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Haris Usman, Dirut RSUD Syekh Yusuf, dr Gaffar serta Tim Percepatan Penanggulangan TBC Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Sulsel.(SP.news)